KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Banyuwangi – Aktivis sosial Yunus Wahyudi bersama sejumlah emak-emak melakukan aksi damai dan menyampaikan aspirasi mereka di depan Mapolresta Banyuwangi, pada Senin (19/05/2025). Aksi ini merupakan bagian dari upaya pengawalan terhadap demonstrasi yang sebelumnya digelar di depan kantor PNM Mekar Syariah Logjag, Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Dalam orasinya, Yunus Wahyudi menegaskan bahwa keberadaan KSP Mekar Syariah di wilayah tersebut patut dipertanyakan, karena diduga tidak mengantongi izin resmi operasional dari otoritas OJK dan pemerintah. Selain itu, sistem penagihan yang diterapkan oleh pihak koperasi dinilai bermasalah dan merugikan masyarakat, khususnya kaum ibu.
“Sekitar 80 persen dari sistem penagihan koperasi ini sangat tidak manusiawi dan meresahkan emak-emak. Banyak warga yang merasa terbebani dengan cara-cara yang dilakukan oleh pihak Mekar Syariah,” ujar Yunus Wahyudi di hadapan awak media.
Aksi protes ini diwarnai dengan orasi penuh semangat dari para emak-emak yang menuntut keadilan dan perlindungan dari aparat penegak hukum. Mereka berharap Polresta Banyuwangi segera bertindak untuk menertibkan serta menyelidiki legalitas koperasi tersebut.
“Kami minta agar koperasi ini segera ditutup! Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban,” teriak salah satu peserta aksi dengan penuh emosi.
Yunus Wahyudi juga menyampaikan bahwa aksi ini bukan yang terakhir jika tidak ada tindak lanjut dari pihak berwenang. Ia berkomitmen akan terus mengawal perjuangan masyarakat, terutama para ibu, yang merasa dirugikan.
Masyarakat berharap, dengan adanya pengawalan dari para aktivis dan perhatian dari aparat kepolisian, keadilan dapat ditegakkan dan aktivitas koperasi yang merugikan warga bisa dihentikan secara permanen. Sumber Berita: (Red Jas Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)




