MESUJI –Lampung(kpksigap.com) Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi kewartawanan di Kabupaten Mesuji menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mesuji pada Senin (17/03/2025). Mereka menuntut transparansi dalam kebijakan pemesanan advertorial oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mesuji, yang dinilai tidak adil dan tidak merata. Sabtu [22/03/25]
Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyoroti kebijakan pemesanan advertorial yang dianggap tebang pilih. Berdasarkan data, sebanyak 48 media telah menerima pesanan advertorial dalam dua tahap. Sebanyak 21 media menerima pembayaran lebih awal, sementara 27 media lainnya baru dibayarkan minggu lalu. Selain itu, mereka mempertanyakan nominal pembayaran advertorial yang tidak sesuai dengan Standar Satuan Harga (SSH), dengan nilai bervariasi mulai dari Rp10 juta, Rp16 juta, hingga Rp48 juta.
Di tengah aksi yang berlangsung, mencuat dugaan adanya oknum pendemo yang menerima uang Rp500 ribu. Oknum berinisial ( H ) itu diduga menerima uang dari pihak tertentu, meski motif dan tujuannya belum jelas. Informasi ini diperoleh dari staf Kominfo Mesuji, yang menyebut bahwa oknum tersebut membawa nama pendemo.
Insiden ini mencerminkan beragam karakter di lapangan. Ada jurnalis yang sungguh-sungguh memperjuangkan transparansi, namun ada pula yang diduga memanfaatkan situasi. Kasus ini juga menjadi sorotan, mengingat isu integritas di dunia jurnalistik yang kerap menghadapi tantangan antara idealisme dan kepentingan pribadi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Kominfo Mesuji terkait tuntutan para jurnalis maupun dugaan keterlibatan oknum pendemo. Para peserta aksi berencana terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan dan kebijakan yang lebih transparan.
Sampai di terbitkan Brita ini nama enisial (H) tidak bisa di hubungi Oleh Gusmanto selaku Korlap Aksi Damai fia WhatsApp.
Pewarta : ( Rdwn )
Aksi Unjuk Rasa Jurnalis di Mesuji Dihantui Dugaan Oknum Pendemo Menerima Uang
MESUJI –Lampung(kpksigap.com) Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi kewartawanan di Kabupaten Mesuji menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mesuji pada Senin (17/03/2025). Mereka menuntut transparansi dalam kebijakan pemesanan advertorial oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mesuji, yang dinilai tidak adil dan tidak merata. Sabtu [22/03/25]
Dalam aksi tersebut, para jurnalis menyoroti kebijakan pemesanan advertorial yang dianggap tebang pilih. Berdasarkan data, sebanyak 48 media telah menerima pesanan advertorial dalam dua tahap. Sebanyak 21 media menerima pembayaran lebih awal, sementara 27 media lainnya baru dibayarkan minggu lalu. Selain itu, mereka mempertanyakan nominal pembayaran advertorial yang tidak sesuai dengan Standar Satuan Harga (SSH), dengan nilai bervariasi mulai dari Rp10 juta, Rp16 juta, hingga Rp48 juta.
Di tengah aksi yang berlangsung, mencuat dugaan adanya oknum pendemo yang menerima uang Rp500 ribu. Oknum berinisial ( H ) itu diduga menerima uang dari pihak tertentu, meski motif dan tujuannya belum jelas. Informasi ini diperoleh dari staf Kominfo Mesuji, yang menyebut bahwa oknum tersebut membawa nama pendemo.
Insiden ini mencerminkan beragam karakter di lapangan. Ada jurnalis yang sungguh-sungguh memperjuangkan transparansi, namun ada pula yang diduga memanfaatkan situasi. Kasus ini juga menjadi sorotan, mengingat isu integritas di dunia jurnalistik yang kerap menghadapi tantangan antara idealisme dan kepentingan pribadi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Kominfo Mesuji terkait tuntutan para jurnalis maupun dugaan keterlibatan oknum pendemo. Para peserta aksi berencana terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan dan kebijakan yang lebih transparan.
Sampai di terbitkan Brita ini nama enisial (H) tidak bisa di hubungi Oleh Gusmanto selaku Korlap Aksi Damai fia WhatsApp.
BITUNG – kpksigap.com, Senin, 13 Oktober 2025. Polres Bitung kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar tepat sasaran. Melalui pelaksanaan […]
Manado, kpksigap.com, Jumat, 09 Mei 2025.// Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) resmi mengalokasikan dana sebesar Rp2,6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) […]
Manado, kpksigap.com,Senin, 27 Oktober 2025. Malam bersejarah kembali tercatat dalam perjalanan pariwisata Sulawesi Utara. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) secara resmi menjamu tamu-tamu […]