Martina Bala janda miskin asal Hoder Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka Flores NTT yang ramai diberitakan media berjuang melawan kemiskinan tak kuasa menahan tangis saat rumahnya didatangi Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago Rabu ( 7/5/2025).
Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Sikka seakan menghapus jutaan tetesan air mata selama 6 tahun ketika harus berjuang melawan kemiskinan. Mirisnya, Tinggal bersama keempat anaknya di rumah yang nyaris roboh.
Untuk diketahui Martina ditinggal pergi suaminya ketika anak-anaknya masih kecil. Mau tak mau, Martina mesti bertindak sebagai ayah sekaligus ibu bagi ke-6 anaknya. Sudah sejak lama Martina bersama anak-anaknya tinggal berpindah-pindah. Hingga akhirnya pada tahun 2019, berkat uang hasil kerja anak pertamanya di rantauan, Martina bisa membeli sebidang tanah di Desa Hoder.
Meski telah memiliki sebidang tanah, Martina tak mampu membangun rumah yang layak huni, pasalnya, kehidupan ekonomi Martina cukup memprihatinkan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Martina menenun sarung untuk dijual ke pasar. Hasilnya tak begitu menjanjikan. Untuk makan pun susah.
“Kami mau makan saja susah apalagi mau bangun rumah. Pak lihat sendiri rumah kami sudah miring mau jatuh jadi kami tahan pakai bambu,” tutur Martina yang ditemui wartawan, Rabu (7/5/2025) pagi.
Bagi Martina, bantuan ini merupakan berkat dan jawaban atas doanya selama ini. Perempuan 53 tahun ini berterima kasih karena impian untuk membangun rumah bagi anak-anaknya sekarang bisa terwujud.
“Salama ini saya terus berdoa supaya bisa bangun rumah bagi anak-anak saya. Saya sudah lega walaupun besok-besok saya sudah tidak ada lagi, tetapi yang penting anak-anak saya sudah ada rumah,” cerita Martina.
Melihat kondisi ini, Bupati Sikka bersama Kepala Dinas Sosial dan Camat Waigete datang menyambangi gubuk Martina dan memberi bantuan alas tidur, selimut, keperluan MCK dan bahan makanan.
“Terima kasih teman-teman media yang sudah memberitakan kondisi Mama Martina. Sejak berita keluar tiga hari yang lalu saya sudah minta pak kadis untuk datang assesment. Dari hasil assesment itu, hari ini kami datang dan bawa bantuan. Mama Martina wanita tangguh yang membesarkan anaknya sendirian,” ungkap Bupati Juventus.
Bupati Juventus menegaskan, Martina jadi prioritas Pemkab Sikka ke depan. Selain itu, potret hidup Martina dan anak-anaknya menjadi catatan penting bagi Pemkab Sikka agar tetap responsif dan bergerak serta berkontrobusi bagi masyarakat Kabupaten Sikka.
Tak hanya itu, Bupati Juventus juga langsung meminta Camat Waigete untuk mengurus salah satu anak laki-laki dari Martina yang diketahui telah putus sekolah dari SD Moko sejak bulan November 2024 lalu.
“Saya minta pak camat untuk urus anaknya mama Martina ini supaya bisa sekolah kembali. Intinya anaknya tadi sudah mau sekolah lagi. Nanti kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah kita atur,” tegas Bupati Juventus.
Lampung Barat, kpksigap.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN.3) Bandar Baru, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Lampung diduga tak terawat hingga nyaris rusak parah. Anggaran Dana […]
Sumut, kpksigap.com – Pemerintah Kabupaten Asahan bersama dengan Baznas Kabupaten Asahan menggelar khitanan massal dan santunan anak yatim di Lapangan Kantor Camat Simpang Empat, Selasa (25/06/2024). […]
Baubau.Kpksigap.com 13 Maret 2025, telah terjadi aksi demonstrasi diruang lingkup kampus universitas Dayanu Ikshanuddin. Aksi demonstrasi merupakan suatu bentuk kebebasan mimbar dalam ruang perguruan tinggi. […]