Nagekeo, KPK-SIGAP.com //— Wabah mematikan African Swine Fever (ASF) kembali mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Dalam hitungan hari, puluhan ternak babi milik warga tumbang, meninggalkan jejak duka dan kerugian ekonomi yang luar biasa di tengah masyarakat yang menggantungkan hidup dari peternakan tersebut.
Gejala awal dari serangan virus ASF ini terdeteksi ketika babi-babi milik warga mulai kehilangan nafsu makan, disusul muntah-muntah dan demam tinggi. Dalam waktu antara tujuh hingga dua belas hari setelah menunjukkan gejala awal, hewan-hewan ternak tersebut akhirnya mati.
_“Semua babi milik warga di kampung kami ini mati terserang virus. Kami sudah berusaha untuk mencegah dengan memberi obat tradisional, membuat asapan di sekitar kandang, membersihkan kandang setiap hari, makanan babi selalu dimasak, namun tidak berhasil,”_ ujar Petrus Gago, warga RT 01 Desa Kotowuji Barat, Kecamatan Keo Tengah saat ditemui tim KPK-SIGAP pada Selasa (6/5/2025).
Berbagai upaya pencegahan yang dilakukan warga, mulai dari menjaga kebersihan kandang, melakukan pengasapan, hingga pemberian ramuan tradisional seperti olahan kunyit, tidak mampu menahan laju penyebaran virus yang sangat mematikan ini.
Bagi warga Nagekeo, ternak babi bukan hanya sekadar aset peliharaan, melainkan juga sebagai salah satu sumber mata pencaharian. Kini, setelah seluruh ternak babi mati akibat ASF, banyak keluarga menghadapi kondisi ekonomi yang semakin terhimpit.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera mengambil langkah serius untuk mengatasi wabah ini, termasuk mencari solusi jangka panjang berupa vaksin atau penanganan obat yang efektif.
__“Semoga Pemerintah bisa segera menemukan obat atau vaksin supaya virus ASF ini segera berakhir,”_ harap Petrus, matanya menerawang kosong ke kandang yang kini sepi.
Berdasarkan pengamatan KPK-SIGAP Nagekeo, wabah ASF tersebut menjangkau hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Nagekeo yang tersebar di setiap desa dengan siklus penyebaran yang terus bergulir ke setiap pelosok kampung. Sampai berita ini diturunkan, warga terus berharap respon cepat dan konkret dari Dinas Peternakan Kabupaten baik itu dalam bentuk bantuan langsung, edukasi penanganan, maupun solusi jangka panjang seperti pengembangan vaksin demi menyelematkan keberlangsungan ekonomi mereka.
kpksigap.com POLMAN – Bhabinkamtibmas Kelurahan Lantora Bripka Hendra Martes , menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah yang diselenggarakan di Masjid Besar […]
Rokan Hilir,kpksigap.com – Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Serindit MasterChef Lomba Menghias Tumpeng tingkat Provinsi Riau. Perwakilan Kabupaten Rokan […]
Ogan Ilir, kpksigap.com – Kepala desa arisan jaya dan staf perangkat desa arisan jaya kecamatan pemulutan barat kabupaten Ogan Ilir mengucapkan selamat HUT OGAN […]