TANJAB BARAT, kpksigap.com Jalan penghubung poros desa di Desa Margorukun Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, memprihatinkan.
Warga disana mengeluhkan jalan yang rusak parah tersebut dan sampai sekarang tidak kunjung ada perbaikian.
Pemandangan yang sangat ironi ketika kita melintasi jalan yang berada di wilayah RT 03 dan 04 tersebut.
Menurut warga setempat, infrastruktur jalan poros yang sudah rusak parah, tidak ada perbaikan sampai saat ini.
“Sepertinya pemerintah tutup mata akan keluhan masyarakat Desa Margorukun,” ungkapnya kepada PERS KPKSigap.com, Kamis (31/1/2025).
Ia juga menilai, roda ekonomi masyarakat bisa terhambat dengan akses jalan yang rusak parah. Karena ketika hujan kondisinya licin, dan ketika kering kondisinya berdebu yang berdampak pada kesehatan.
“Masyarakat dan pemuda mencoba kembali mengingatkan kepada pemerintah dan wakil rakyat untuk segera menyikapi perihal jalan yang tidak layak itu. Mau sampai kapan kondisinya sepertu itu?” tuturnya.
Lanjutnya, Jalan Poros yang rusak ini juga menyebabkan banyak sekali pengendara motor yang terjatuh, dan mengalami kecelakaan.
Masyarakat sudah mencoba berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, tetapi hingga kini tidak ada respon yang positif yang ada hanya saling lempar tanggung jawab.
Ia, Pemkab Tanjung Jabung Barat dibawah kepemimpinan H. Anuar Sadat tidak mampu menjalankan pemerataan pembangunan, padahal pemerintah pusat sedang gencar untuk perbaikan infrastruktur, termasuk banyak dana dan program pusat yang digulirkan ke daerah-daerah.
“Saya sedikit menyikapi, sepertinya pemerintah yang ada di sini memang enggan atau tidak mau tau, dan sepertinya sudah lama tertidur, Pemerintah Kabupaten tidak ada inisiatif untuk terjun langsung dan membenahi apa yang harus dibenahi,” tutupnya.
Senada pengguna jalan yang melintas juga melampiaskan kekesalannya. Bahkan Komisi 3 dari Dapil tersebut mengecewakan.
“Jangan hanya disaat pemilihan umum saja turun dan perlu mencari suara,” gerutu salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kasihan, dampaknya terhadap aktivitas anak-anak yang sekolah bahkan rumahnya jauh dari sekolah seperti SMP, SMA.
“Harapan kami kedepan jangan sampai ada lagi jalan untuk akses aktifitas sehari-hari terhambat seperti ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini tayang, Kepala Desa Margorukun dan pihak terkait belum memberikan tanggapan.
Penulis: Apriandi




