Sanggau,kpk sigap.com – Kalbar – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di sepanjang Sungai Kapuas dari Desa Sungai Batu hingga Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, kembali menuai sorotan tajam dari warga setempat.
Mereka mempertanyakan sikap aparat penegak hukum (APH) yang terkesan membiarkan aktivitas merusak tersebut terus berlangsung tanpa tindakan nyata.
Seorang warga dengan nada penuh satire mempertanyakan legalitas aktivitas PETI yang semakin merajalela. “Sebagai warga Sanggau, saya mau tanya, ini PETI sudah legal? Kalau memang sudah legal, kenapa masih ada orang yang ditangkap? Kalau ilegal, kenapa dibiarkan? Mana tindakan polisi?” sindirnya, Sabtu (18/01/2025).
Warga tersebut menegaskan bahwa para pelaku PETI bukan berasal dari Sanggau, melainkan pendatang yang datang untuk mengeksploitasi sumber daya tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat lokal.

“Mereka bukan orang Sanggau, datang hanya cari keuntungan. Sementara kami yang tinggal di sini yang harus menanggung kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Ia pun menantang aparat untuk bertindak sesuai sumpah jabatan, bukan semata-mata mengejar keuntungan pribadi. “Aparat harus bekerja dengan hati, bukan dengan nafsu serakah.
Kalau begini terus, masyarakat akan berpikir, ada apa di balik pembiaran ini? Apa ada keuntungan yang mereka dapat dari PETI ini?” tanyanya dengan nada tajam.
Kritikan semakin pedas saat ia membandingkan penanganan PETI di Sungai Kapuas dengan penertiban galian C di Kembayan. “Lihat saja galian C di Kembayan, cepat sekali ditindak.
Kenapa yang di depan mata dibiarkan? Apa aparat hanya berani pada yang jauh, sementara yang dekat dilindungi?” sindirnya.
Ia tak segan-segan menuding adanya permainan di balik pembiaran aktivitas PETI ini. “Jangan salahkan masyarakat kalau mulai berpikir polisi membekingi. Kalau memang tidak ada yang salah, kenapa dibiarkan? Apa ada udang di balik batu?” ujarnya tajam.
Warga Sanggau kini menunggu aksi nyata dari aparat. Mereka berharap aparat segera turun tangan dan menindak tegas para pelaku PETI. “Jangan main-main dengan hukum.
Kalau dibiarkan terus, bukan hanya lingkungan yang hancur, tapi juga kepercayaan masyarakat pada aparat penegak hukum,” pungkasnya penuh kegeraman.
Situasi ini menuntut perhatian serius dari pihak berwenang. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya kerusakan lingkungan yang menjadi ancaman, tetapi juga meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di Sanggau.
Penulis : Rahmad Maulana




