Nias Selatan,,, Kpksigap.com Perkelahian antara siswa yang terjadi baru-baru ini di SMA-SMK Negeri 1 Amandraya, Karangasem mendapat sorotan di sosial media.
Bahkan informasi yang beredar liar tersebut sempat menyebutkan bahwa salah satu diantara siswa yang terlibat perkelahian sampai luka kepala, ada guru juga yg ikut turut tangan melakukan perkelahian tersebut.
Salah seorang siswa SMA Negeri 1 Amandraya media Kpk-siga.com mempertanyakan kejadian kepada awak media, perkelahian antar siswa SMA dan SMK Negeri 1 Amandraya. Pada hari Senin jam pulang pukul 13.00 wib . puluhan siswa SMK negeri 1 Amandraya menahan Mobil antar jemput siswa SMA negeri 1 Amandraya. Siswa siswa SMKN 1 Amandraya bertindak menarik siswa SMA dimobil yg Lagi melaju pelan jatuh dan terjadi perkelahian antar siswa SMA dan SMK Negeri Amandraya hingga puluhan pelajar mengalami luka dan Benjol,”kata anak salah seorang siswa.
Kejadian kedua kalinya perkelahian pada hari Selasa pukul 12.30 jam pulang sekolah. Bersamaan pulang SMK negeri Amandraya dan SMA negeri 1 Amandraya. Siswa SMK menunggu di pintu gerbang sekolah SMA negeri 1 Amandraya dan siswa SMA negeri Amandraya pulang maka terjadi lagi perkelahian kedua murid sekolah tersebut.
Selain itu ada salah satu oknum guru yang ikut peserta memukul siswa SMA Negeri 1 Amandraya hingga mengalami luka di muka, diduga guru tersebut ikut berkelahi adanya siswa yang ikut berkelahi keluarganya atau keluarganya.
Pelajar ini ada beberapa siswa yang korban luka luka akibat pemukulan guru SMA Negeri 1 Amandraya Alias ATS dan bila tidak ada penyelesaian, peserta didik yang korban akan membuat laporan ke pihak berwajib.
Hal tersebut beberapa orang tua siswa merasa kecewa terhadap dua sekolah yang berdampingan dan kepada kepala sekolah SMA negeri 1 Amandraya dan SMK Negeri 1 Amandraya.
Orang tua siswa berharap dinas pendidikan provinsi Sumatera Utara menijau kepemimpinan kedua kepala sekolah yang tidak profesional, kasek SMA Negeri 1 Amandraya dan SMK Negeri 1 Amandraya dan penyelesaian Tawuran pelajar kedua sekolah negeri yang berdampingan tersebut.
Orang tua siswa dilain tempat juga mengatakan, Kasek kedua sekolah Negeri di kecamatan Amandraya yang nilai tidak profesional. Menyelesaikan perselisihan perkelahian yang semakin meningkat dan membuat peserta didik menderita.
Awak media masih megalai informasi dari pihak sekolah penyebabnya dari mana……?
(Yustinus Buulolo)




