Kupang,
kpksigap.com
Pantauan KPK- SIGAP selama kurang lebih dua minggu terhadap perkembangan cuaca di wilayah kota Kupang dan sekitarnya menunjukan bahwa cuaca semakin ekstrim yang ditandai dengan curah hujan yang tinggi, berdurasi lama disertai kilat dan petir diberbagai wilayah NTT.
Informasi yang terekam dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMG) wilayah NTT menyatakan bahwa terjadi fenomena meteorologi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga masyarakat diingatkan agar selalu berwaspada terhadap dampak dari bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan curah hujan yang deras, banjir, tanah longsor dan dampak dampak ikutan.
Masyarakat yang berdomisili di daerah daerah dengan topografi bergunung harus lebih berwaspada karena ada kemungkinan terjadi hujan turun dengan intensitas yang tinggi dapat menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor.
Lebih lanjut, pihak BMG menegaskan melalui peringatan dini bahwa akan terjadi cuaca ekstrim di wilayah NTT sekitar tanggal 2 – 4 Januari 2025 di mana aktivitas monson Asia yang sedang aktif dan fenomena La Nina yang lemah di Wilayah Indonesia termasuk NTT berpotensi menyebabkan hujan yang deras disertai petir dan angin kencang dalam durasi yang singkat.
Sirkulasi siklonik akan melebar di lapisan lemah yang diperkirakan bergerak ke barat- Barat laut pada 4 Januari 2025 yang memiliki potensi terjadinya siklon tropis dalam kurun waktu 72 jam ke depan.
Kelembaban yang cukup tinggi di lapisan atas (700 mb dan 500 mb) di beberapa wilayah NTT dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan yang ditambah dengan suhu permukaan air laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penambahan uap air yang mengakibatkan hujan .
BMG mencatat bahwa tidak ada wilayah di NTT yang akan mengalami angin kencang pada tanggal 2 – 4 Januari 2024.
Namun pihak BMG dan pemerintah setempat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan..
KPK – SIGAP
Yohanes Kupang




