
LAMPUNG SELATAN, KPK-Sigap.com — Kegiatan pemeliharaan rutin jalan/Tambal Sulam milik Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di ruas Jalan Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan dikeluhkan warga sekitar dan para pengguna jalan. Jum’at (20/12/2024).
Pasalnya, pada ruas jalan tersebut pengerjaan tambal-sulam dinilai asal-asalan atau asal jadi, baru selesai dikerjakan sudah banyak yang rusak.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan terlihat tambal sulam aspal tersebut sangat begitu tipis serta mudah mengelupas dan amblas akibat penanganan dalam pelaksanaan teknis pekerjaan yang diduga dilakukan asal-asalan atau asal jadi sehingga diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang ada.
Menurut suryaman (35), salah satu pengguna jalan mengatakan bahwa, kerusakan ruas jalan tersebut diduga karena buruknya kualitas saat pengerjaan proyek, serta diduga penanganan perbaikan jalan tidak sesuai dengan jenis sehingga kerusakan jalan yang terjadi, diakibatkan salah penanganan perbaikan jalan.
”Perbaikan jalan itu kan barusan beberapa minggu selesai ditambal, tapi kalau kualitas pekerjaan seperti itu pasti gak akan bertahan lama sudah rusak lagi, ” Ucap Suryaman.
Di tempat terpisah, Ketua LSM Geram Banten Kabupaten Lampung Selatan Sahlan sangat menyayangkan Pekerjaan tersebut.
Menurutnya,Pekerjaan tersebut di nilai tidak berkualitas. Kami minta Anggota Dewan Kabupaten Lampung Selatan Khususnya Komisi III agar segera turun dan cek langsung hasil pekerjaan tambal sulam tersebut.
“Di lihat dari sabesnya aja banyak bercampur tanah, lalu di tambal dengan aspal yang kami perkirakan tebal nya cuma satu Senti,”terang Sahlan
Sahlan juga menambahkan, jika pekerjaan tersebut di nilai hanya menghambur- hambur kan uang negara. Bagaimana tidak, Anggaran yang besar namun tidak diiringi kualitas pekerjaan yang bagus.
“Waktu itu sudah pernah kami tegur, dengan anggota dilapangan namun seperti nya di abaikan.”Sesal Sahlan
Sementara, saat awak media ini hendak konfirmasi kepada Hendra selaku pemilik pekerjaan tersebut melalui pesan Whatsap meskipun terkirim centang dua namun tak membalas pesan.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada pihak berwenang pekerjaan tambal sulam terebut, yang dapat dimintai keterangan. (Tedi)



