KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
MALANG KOTA – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota Polda Jawa Timur menggelar kegiatan Bakti Kesehatan (Bakkes) di halaman apel Mapolresta Malang Kota pada (3/7/2026). Layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini menyasar sekitar 200 warga dari berbagai elemen masyarakat sub-urban dan pekerja informal di Kota Malang.
Kegiatan ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam menghadirkan pelayanan yang humanis serta menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan.
Antusiasme Ratusan Warga dan Variasi Layanan Medis
Ratusan warga terpantau memadati area Mapolresta sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, para peserta terdiri dari pengemudi ojek online (ojol), relawan kemanusiaan, mahasiswa, komunitas pesepeda, hingga pekerja sektor informal dan masyarakat umum.
Tim Kesehatan Polresta Malang
Kota memberikan sejumlah layanan medis komprehensif yang meliputi:
Skrining kesehatan awal
Pemeriksaan tekanan darah (tensi)
Pengecekan kadar gula darah
Konsultasi medis langsung dengan dokter
Edukasi dan penyuluhan kesehatan personal
Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan medis, para peserta diarahkan untuk menikmati jamuan makan bersama yang disediakan secara gratis oleh pihak panitia. Berbagai menu makanan khas daerah seperti rawon, soto, bubur ayam, pecel, serta aneka minuman disajikan guna membangun suasana yang inklusif dan hangat.
Membangun Hubungan Emosional dan Ruang Dialog Kamtibmas
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, menjelaskan bahwa kegiatan Bakkes ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan program berkelanjutan untuk memperkuat hubungan emosional antara institusi Polri dan masyarakat sipil.
“Kami ingin kehadiran dan pelayanan Polri dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat. Melalui bakti kesehatan gratis dan momen makan bersama ini, kami berharap sekat-sekat pembatas bisa melebur,” ujar Ipda Lukman saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (3/7/2026).
Lebih lanjut, Ipda Lukman menambahkan bahwa momentum ini dimanfaatkan oleh Polresta Malang Kota sebagai wadah komunikasi timbal balik (two-way communication). Pihak kepolisian membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun persoalan kamtibmas yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami terus membuka ruang dialog agar masyarakat merasa dekat dan tidak ragu bermitra dengan Polri. Masukan serta harapan yang disampaikan masyarakat hari ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik ke depan,” pungkasnya.
Melalui pendekatan persuasif dan sosial ini, Polresta Malang Kota berharap dapat menyerap informasi riil di lapangan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara preventif di wilayah Kota Malang. Sumber berita: (Red Kurnia)



