Blitar | Kpksigap.com – Pelayanan kesehatan (Yankes) masyarakat di Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar kini tampil lebih aktif dan menyentuh langsung warga. Melalui kolaborasi kader Posyandu bersama tenaga kesehatan Puskesmas Talun, pelayanan tidak lagi terpusat di balai desa, melainkan bergerak langsung mendatangi masyarakat hingga lingkungan sekolah.
Inovasi tersebut mulai diterapkan sejak Selasa (12/5/2026) dengan konsep pelayanan kesehatan keliling berbasis jemput bola. Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai balita, ibu hamil, lansia hingga guru dan tenaga pendidik.
Kepala Desa Tumpang, Agus Salim menjelaskan, pola pelayanan kesehatan harus terus mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat agar lebih efektif meningkatkan kesadaran hidup sehat.
“Sekarang pelayanan kesehatan tidak cukup hanya menunggu warga datang. Kader posyandu bersama petugas kesehatan harus hadir langsung di tengah masyarakat. Setelah kegiatan posyandu selesai, kami lanjut mendatangi sekolah-sekolah untuk pemeriksaan kesehatan guru dan tenaga pendidik,” ujar Agus Salim, Rabu (13/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, berbagai layanan kesehatan diberikan secara terpadu. Balita memperoleh layanan penimbangan berat badan, imunisasi serta pemantauan tumbuh kembang. Sementara ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan pemeriksaan tekanan darah serta edukasi gizi.
Tidak hanya itu, pelayanan juga menyasar kalangan lansia melalui pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat hingga tensi. Sedangkan guru dan tenaga pendidik memperoleh pemeriksaan anemia serta edukasi kesehatan reproduksi.
Agus Salim mengatakan, setelah kegiatan posyandu berlangsung di balai desa, pemeriksaan kesehatan langsung dilanjutkan kepada perangkat desa sebelum bergerak menuju sejumlah lembaga pendidikan di Desa Tumpang.
“Pelayanan kesehatan dilanjutkan ke SDN 1, SDN 2, SDN 3 dan Madrasah Ibtidaiyah. Tujuannya agar akses layanan kesehatan benar-benar merata dan bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari peran aktif kader posyandu yang dinilai paling memahami kondisi masyarakat di lingkungannya masing-masing.
“Kader posyandu menjadi ujung tombak karena mereka dekat dengan warga dan memahami siapa saja yang membutuhkan perhatian kesehatan lebih,” imbuhnya.
Sementara itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Talun juga memberikan edukasi tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.
Program pelayanan kesehatan keliling tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk para guru yang merasa terbantu karena pemeriksaan dapat dilakukan langsung di sekolah tanpa mengganggu proses belajar mengajar.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kegiatan itu juga memperkuat hubungan antara pemerintah desa, tenaga kesehatan dan masyarakat melalui pendekatan yang lebih aktif dan humanis.
Pemerintah Desa Tumpang berharap inovasi pelayanan kesehatan berbasis jemput bola tersebut dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan risiko penyakit melalui deteksi dini secara berkelanjutan.
Redaksi | Pramono




