Geger Penemuan Jasad di Areal Persawahan Singojuruh, Diduga Akibat Riwayat Penyakit

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Suasana tenang di area persawahan Dusun Wijenan Lor, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, mendadak berubah menjadi gempar pada Minggu (22/3/2026) sore. Warga setempat dikagetkan dengan penemuan sesosok pria yang sudah tidak bernyawa di area pematang sawah.

Kapolsek Singojuruh, AKP Ahmad Rudi, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 15.30 WIB.

“Setelah menerima laporan, anggota kami bersama tenaga medis langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal,” ujar AKP Ahmad Rudi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Kronologi Penemuan
Korban diketahui berinisial S (49), seorang pria asal Dusun Cermean, Desa Singolatren. Berdasarkan keterangan saksi mata, Mulyono (51), penemuan tersebut bermula saat ia hendak menuju sawahnya sekitar pukul 15.15 WIB.

Mulyono melihat sosok tubuh manusia dalam posisi tergeletak tengkurap di atas pematang. Karena curiga, ia mencoba mendekat untuk memastikan kondisi orang tersebut.

“Setelah dicek, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Saksi kemudian segera meminta bantuan warga lain untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib,” jelas Kapolsek.

Hasil Pemeriksaan Medis
Tim medis yang datang bersama pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban. Ditemukan beberapa luka ringan, di antaranya:

Robekan kecil di bagian dalam bibir.

Luka lecet di punggung dan sekitar mata kanan.

Luka lecet di area telinga.

Meskipun terdapat luka, AKP Ahmad Rudi menegaskan bahwa luka-luka tersebut diduga bukan akibat penganiayaan, melainkan karena posisi jatuh korban di area pematang yang keras dan berbatu.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada indikasi tindak pidana atau tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada kriminalitas. Diduga kuat korban meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang menurun secara mendadak,” tambahnya.

Riwayat Kesehatan Korban
Pihak keluarga membenarkan bahwa S memang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti tekanan darah rendah dan asam urat. Bahkan, korban dilaporkan sempat pingsan beberapa kali saat beraktivitas di sawah sebelumnya.

Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat berpamitan kepada keluarga untuk mencari rumput sekitar pukul 10.00 WIB. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Mereka juga menolak dilakukan prosedur autopsi serta telah menandatangani surat pernyataan resmi untuk tidak menuntut secara hukum di kemudian hari.

Setelah proses identifikasi dan administrasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Peristiwa pilu ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada terhadap kondisi kesehatan pribadi, terutama saat melakukan aktivitas fisik yang berat di area terbuka. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *