Warga Sungai Tengar di resahkan oleh PT MPP dan BWS 1 Kalbar Bertanggungjawab*
Ketapang kpksigap.com – Pk RT dan pk dusun tokoh masyarakat ketua pemuda sungai tengar angkat bicara soal kubus
Letak di tanah warga setempat sangat menggangu Tuhan tanah terhalang kubus.
Harapan masyarkat adanya pembangunan membawa dampak positif dan memberikan manfaat, namun justru yang dirasakan oleh warga Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama berbanding terbalik, warga merasa resah dan dirugikan.
Hal tersebut diungkapkan oleh tokoh pemuda setempat, lantaran dampak pembangunan pengaman pantai yang terbengkalai kini memisahkan kekhawatiran dan kerugian.
PT Melindo Pratama Putra (PT MPP) selalu pelaksana pekerjaan dinilai gagal dan tidak bertanggungjawab, bukan saja pembangunan nya yang tidak rampung, akan tetapi sisa batu kubus yang dicetak dibiarkan berhamparan begitu saja di lahan warga.
Menurut Jainadi, pemilik lahan, bahwa dia terhalang untuk membangun rumah diatas lahannya karena kubus-kubus besar berukuran 80×80 cm yang bertumpuk. Bahkan dia harus tinggal di rumah sewa tanpa kepastian kapan balok kubus tersebut dipindahkan.
” Harapan saya agar balik kubus ini segera di pindahkan, karena saya mau bangun rumah tinggal di tanah ini, saya terhalang membangun karena adanya kubus yang berserakan ini, “tutur Jainadi kepada awak media kpksigap Selasa(12/08/2025).
Di lokasi yang sama, tokoh masyarakat juga angkat bicara dan mendesak PT MPP segera memindahkan balok Kubus, karena warga tidak mungkin untuk memindahkan disebabkan berukuran besar.
” Pihak perusahaan harus nya segera memindahkan Kubus-kubus ini, kami warga tak mungkin bisa karena ukuran yang besar, harus pakai alat, ini kan sudah merugikan orang lain..! Sudah bangunan gagal malah menyusahkan lagi, “ujar Tokoh.
Menurut sang tokoh, dia berulang kali menghubungi pihak kontraktor namun tidak pernah di respon, dan terkesan lari dari tanggung jawab.
” Saya sudah berulang kali menghubungi Yasir selaku pihak kontraktor, tapi nomor WA nya tidak aktif, seakan menghilang dan kesannya lari dari tanggungjawab. Jika mereka tidak melanjutkan pembangunan, segera pindahkan kubusnya dari tanah warga, jangan merugikan orang lain dan hanya mau enak dan untungnya saja, “tegas tokoh.
Sementara pihak BWS 1 Kalimantan Barat, hingga saat ini tidak ada kabar dan infirmaai, kapan akan dilanjut pembangunan nya, atau pekerjaan tersebut hanya sampai di situ.
Karena itu, diharap Pemerintah agar bertindak dan memerintahkan pihak kontraktor pelaksana segera menindaklanjuti keluhan dan keresahan masyarkat, apalagi audah menjelang musim air pasang besar dan gelombang yang bakal mengikis tepian pantai.
Media konfirmasi kepada Yasir Arafat melalui sambungan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan tidak ada jawaban.
Reporter Slamet
Editor mursyidi




