Nagekeo KPK-sigap.com –// Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Muga Sada, secara resmi membuka seminar bertajuk “Inovasi dan Gerakan Aksi Pangan Bergizi SIGAP Tahun 2025” yang diselenggarakan oleh Kampus Institut Nasional Flores (INF), pada Kamis (5/6). Seminar ini mengusung tema “Dari Kebijakan Menuju Aksi: Membangun Ekosistem Makan Bergizi Gratis yang Berkelanjutan.”
Turut hadir dalam kegiatan ini:
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTT, Nixon M. Balukh, SP, M.Si
Pimpinan DPRD Kabupaten Nagekeo, Yohanis Siga
Dalam sambutannya, Pimpinan DPRD Nagekeo, Yohanis Siga, menyatakan bahwa seminar ini merupakan bentuk dukungan INF terhadap program prioritas nasional terkait kebutuhan pangan bergizi gratis, khususnya di Kabupaten Nagekeo. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 39.000 anak sekolah (belum termasuk ibu hamil) yang membutuhkan akses makanan bergizi secara gratis.
“Dapur Nagekeo saat ini baru beroperasi di tiga lokasi dengan total enam dapur. Untuk memenuhi kebutuhan seluruh anak sekolah dan ibu hamil, kami membutuhkan sekitar 18 hingga 20 dapur aktif. Masing-masing dapur memerlukan pasokan pangan yang cukup—karbohidrat, protein, dan sumber nabati lainnya,” jelas Yohanis.
Satgas pengelola dapur saat ini sedang mengikuti pelatihan di Bali dan Surabaya guna meningkatkan kapasitas pengelolaan. Ia juga mendorong mahasiswa INF untuk segera melakukan penelitian yang mendukung efektivitas dan efisiensi program ini.
Sementara itu, Wakil Bupati Gonzalo Muga Sada menekankan bahwa momentum seminar ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dan sangat relevan dengan visi-misi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah.
“Kita patut mengapresiasi langkah berani pemerintah pusat yang mulai mengurangi impor beras, gula, dan garam. Ini memberikan dampak positif bagi Nagekeo,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam program 100 hari kerja, Pemda Nagekeo telah memulai langkah-langkah strategis di bidang pangan. “Kita perlu kerja nyata. Pemerintah Kabupaten telah mulai bergerak, dan kami menyambut baik dukungan dari dunia kampus seperti INF,” tambahnya.
Gonzalo juga menyampaikan apresiasi kepada tiga dosen INF yang telah mendapatkan kesempatan beasiswa studi, serta mendorong penelitian akademis mengenai isu-isu yang relevan, termasuk ancaman virus rabies yang dinilai berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
Seminar ini diharapkan menjadi tonggak awal terwujudnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem makan bergizi gratis yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Nagekeo.
KPK sigap, com Kupang, Rabu, 15/4/ 2026. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, memilih berjalan kaki menuju kantor sebagai bentuk kampanye gaya hidup […]
Bandung.kpksigap.com// Perusahaan start-up asal Indonesia, eFishery, tengah menghadapi permasalahan serius terkait dugaan fraud dan pelaporan keuangan yang tidak sesuai kepada para investornya. Dampak dari permasalahan ini […]
WAJO, – KpkSigap.com -// Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ir. Armayani, S.Sos, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), […]