KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
JAKARTA – Jejak intelektual salah satu tokoh bangsa, Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo, kini resmi menjadi ruh bagi pengembangan ilmu kepolisian masa depan. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo meresmikan Gedung Pusat Studi Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, pada Selasa (10/03/2026).
Langkah monumental ini bukan sekadar peresmian fisik, melainkan simbol transformasi Polri dalam mengintegrasikan nilai sejarah dengan tantangan keamanan modern.
Menghidupkan Spirit Founding Father
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa pemilihan nama Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada sosok yang tidak hanya menjadi arsitek hukum Indonesia, tetapi juga salah satu pendiri PTIK Lemdiklat Polri.
“Melalui pemilihan nama ini, kami berharap semangat dan jasa beliau sebagai founding father mengilhami seluruh personel Polri. Warisan pemikiran beliau yang mengintegrasikan nilai hukum dengan kearifan lokal adalah fondasi utama dalam pengembangan pusat studi ini,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
Think-Tank Strategis: 16 Pusat Studi Spesialisasi
Gedung ini kini menaungi 16 Pusat Studi Kepolisian dengan cakupan keilmuan yang sangat luas dan spesifik. Kehadiran pusat-pusat studi ini diharapkan menjadi mesin inovasi Polri dalam merespons dinamika sosial dan era digital.
Daftar spesialisasi tersebut meliputi:
Pusat Studi Polmas
Pusat Studi Anti Korupsi
Pusat Studi Terorisme
Pusat Studi Ilmu Kepolisian
Pusat Studi Kamsel Lantas
Pusat Studi Siber
Pusat Studi SDM
Pusat Studi Pasifik Oseania
Pusat Studi Kehumasan Polri
Pusat Studi Teknologi Kepolisian
Pusat Studi Forensik Kepolisian
Pusat Studi Internasional Kepolisian
Pusat Studi Keamanan Nasional
Pusat Studi PPA
Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik
Pusat Studi Intelijen Kepolisian
Kebijakan Berbasis Riset (Evidence-Based Policy)
Lebih jauh, Wakapolri memproyeksikan gedung ini sebagai think-tank strategis. Melalui pendekatan interdisipliner, Polri berupaya menjembatani pemikiran para akademisi dengan kebutuhan praktisi di lapangan.
Transformasi ini bertujuan agar setiap kebijakan keamanan yang diambil di masa depan tidak lagi berdasarkan intuisi semata, melainkan berpijak pada data yang kuat, riset yang mendalam, dan ilmu pengetahuan. Hal ini sejalan dengan arah institusi menuju Polri yang Presisi, adaptif, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.
Dengan peresmian ini, PTIK semakin memperkokoh posisinya sebagai kawah candradimuka bagi pemimpin Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan taktis, tetapi juga ketajaman analitis dan visi hukum yang visioner. Sumber berita: (Red Jaskurnia Tim Media Kpk Sigap)




