Manado – kpksigap.com, Senin, 01 September 2025.
Provinsi Sulawesi Utara kembali mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional. Berdasarkan data inflasi Agustus 2025, Sulut berhasil menekan inflasi tahunan hingga 0,42% (year-on-year). Capaian ini mengantarkan Sulut sebagai provinsi dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik ketiga se-Indonesia.

Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE dan Wakil Gubernur Dr. Johannes Victor Mailangkay, SH, MH, seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat bergerak serentak menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.
Pemerintah Provinsi Sulut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bulog, kabupaten/kota, hingga stakeholder terkait menerapkan strategi terpadu yang terbukti efektif, antara lain:
- Pasar murah berkesinambungan hingga pelosok daerah, menghadirkan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat kecil.
- Operasi pasar terpadu bersama Bulog untuk memastikan stok tersedia dan harga terkendali.
- Penguatan cadangan pangan daerah dan distribusi antarwilayah agar pasokan tidak terhambat.
- Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin di berbagai kabupaten/kota.
- Sistem pemantauan digital real-time guna mengawasi harga dan stok pangan, sehingga langkah cepat bisa diambil saat ada potensi gejolak.
- Gerakan menanam cabai di setiap perangkat daerah, sebagai bentuk kepedulian sederhana yang berdampak nyata bagi kestabilan harga.
Prestasi ini adalah buah dari kerja sama kolektif. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat saling bahu-membahu menghadapi dinamika ekonomi global. Sinergi yang dibangun menjadikan Sulut bukan hanya aman dari lonjakan harga, tetapi juga menjadi barometer nasional dalam pengendalian inflasi.
Langkah-langkah tersebut sepenuhnya sejalan dengan visi pemerintahan saat ini:
“Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”
Inflasi yang terkendali berarti daya beli masyarakat tetap kuat, kepastian ekonomi terjaga, dan pembangunan bisa berjalan berkesinambungan demi kesejahteraan rakyat.
Capaian ini menegaskan bahwa Sulawesi Utara bukan hanya pencatat angka statistik, tetapi juga teladan inspiratif bagi daerah lain. Pemerintah Provinsi berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi ini, demi menghadirkan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan yang merata.
Sulawesi Utara cinta damai, terus melaju, dan menjadi kebanggaan Indonesia.***




