SOTK Baru di Simalungun: Maujana Nagori, Garda Depan Pemerintahan Desa

Simalungun, kpksigap.com,-
Pemerintah Kabupaten Simalungun sedang bersiap untuk perubahan besar dalam struktur pemerintahan desa,  dengan  diberlakukannya  SOTK  (Susunan  Organisasi  dan  Tata  Kerja)  baru.  Peraturan  Bupati  Simalungun  Nomor  39  Tahun  2024  mewajibkan  setiap  Nagori  memiliki  SOTK  baru  paling  lambat  pada  3  Januari  2025.  Perubahan  ini  mengharuskan  penambahan  satu  orang  Tungkat  Nagori  di  setiap  Nagori,  sehingga  struktur  pemerintahan  desa  kini  terdiri  dari  1  (satu)  Sekretaris  Desa,  2  (dua)  orang  Kepala  Urusan  (Kaur),  dan  2  (dua)  Kepala  Seksi  (Kasi).

Demikian dikatakan Buyung Irawan Tunjung kepada awak media ini Jumat 20/12.
Namun, Ketua PABPDSI Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Buyung Irawan Tunjung mengungkapkan

Namun,  Ketua  PABPDSI  Kabupaten  Simalungun  mengungkapkan  keprihatinan  surat Sekretaris Daerah nomor 400.10.2.2/1550/2024 tertanggal 18 Desember 2024 kontradiksi
terhadap  “Peraturan  Bupati  Simalungun  nomor  39  tahun  2024  tentang  Susunan  Organisasi  dan  Tata  Kerja  Pemerintah  Nagori,  terutama  perubahan  Nomenklatur  Perangkat  Nagori  oleh  pemerintah  daerah  Kabupaten  Simalungun,  belum  belum memperhatikan Pasal  11  Peraturan  Menteri  Dalam  Negeri  Republik  Indonesia  Nomor  84  Tahun  2015  tentang  Susunan  Organisasi  dan  Tata  Kerja  Pemerintah  Desa.  Jenis  desa  Swasembada,  Swakarya,  dan  Swadaya  akan  mempengaruhi  nomenklatur  perangkat  desa  di  masing-masing  Nagori,”  ujarnya.

Percepatan  penetapan  SOTK  ini  membawa  tantangan  baru  bagi  semua  pihak,  terutama  Badan  Permusyawaratan  Desa  (BPD)  atau  Maujana  Nagori  di  Kabupaten  Simalungun.  Ketua  PABPDSI  menekankan  pentingnya  peran  Maujana  Nagori  dalam  menjalankan  fungsinya  selama  proses  penetapan  SOTK  ini.

“Maujana  Nagori  memiliki  peran  krusial  dalam  mengawasi  proses  penyusunan  SOTK  yang  dilakukan  oleh  Pangulu,”  tegas  Ketua  PABPDSI.  “Mereka  berhak  menilai  rancangan  Peraturan  Nagori  tentang  SOTK  dan  memberikan  masukan  agar  struktur  organisasi  yang  dibentuk  benar-benar  sesuai  dengan  kebutuhan  dan  kondisi  Nagori.”

Ketua  PABPDSI  mengajak  Maujana  Nagori  untuk  tetap  aktif  dalam  proses  ini  dan  tidak  sekedar  formalitas.  Mereka  harus  memahami  perubahan  yang  terjadi  dalam  SOTK  dan  menjalankan  peran  pengawasan  dengan  cermat  agar  percepatan  penetapan  SOTK  tidak  merugikan  kepentingan  masyarakat  desa.

Percepatan  penetapan  SOTK  ini  diharapkan  dapat  mengakomodir  pertambahan  anggaran  Siltap  dan  hak-hak  lainnya  dalam  dokumen  RKPNagori  dan  APBNagori  Tahun  Anggaran  2025.  Namun,  proses  ini  tidak  boleh  mengabaikan  aspek  transparansi  dan  partisipasi  masyarakat  desa.

Maujana  Nagori,  sebagai  wakil  masyarakat  desa,  berperan  penting  dalam  menjaga  agar  perubahan  struktur  organisasi  pemerintahan  desa  ini  berjalan  dengan  baik  dan  bermanfaat  bagi  semua  pihak.

Pembuat Berita
(KPKsigap – RED – S.Hadi Purba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *