KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
GENTENG – Warga Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kabupaten Banyuwangi, dengan penuh suka cita menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram melalui gelaran tradisi adat Suroan yang berlangsung meriah dan khidmat. Rangkaian acara yang terdiri dari pawai budaya, tasyakuran, hingga santunan anak yatim ini berjalan dengan sukses, tertib, dan lancar, menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat yang tinggi.
Acara yang menjadi agenda tahunan ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat terkemuka, termasuk Kanituwo sekaligus Kepala Desa Genteng Wetan, Bapak H. Sukri, para Ketua Rukun Tetangga (RT) di lingkungan Dusun Resomulyo, serta alim ulama setempat.
Kemeriahan sudah terasa sejak pagi hari saat warga mulai berkumpul di titik awal pawai di Jalan Karimun. Pusat perhatian tertuju pada gunungan yang tersusun indah dari nasi tumpeng, aneka sayuran, dan buah-buahan. Gunungan ini, bersama dengan iringan musik gamelan tradisional yang menggema dari sound system, diarak sebagai simbol wujud rasa syukur yang mendalam atas segala nikmat dan rezeki yang telah dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sepanjang tahun.
Rute pawai budaya bergerak secara teratur menyusuri jalan utama, kemudian berputar balik di depan Kantor Desa Genteng Wetan, dan kembali finis di titik awal. Antusiasme warga terlihat jelas dari partisipasi mereka yang memadati sepanjang rute, baik sebagai peserta arak-arakan maupun penonton yang ikut meramaikan suasana.
Dalam sambutannya, Bapak H. Sukri selaku Kepala Desa Genteng Wetan menyatakan apresiasinya terhadap kekompakan warga Dusun Resomulyo. “Saya sangat bangga melihat semangat warga dalam melestarikan tradisi luhur ini. Acara Suroan bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk introspeksi diri dan mempererat tali silaturahmi di antara kita,” ujarnya.
Puncak acara dilanjutkan dengan prosesi tasyakuran dan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz setempat. Suasana berubah menjadi khidmat saat seluruh warga menundukkan kepala, memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran desa di tahun yang baru.
Sebagai wujud kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan di tahun yang baru, panitia juga menyelenggarakan santunan bagi anak-anak yatim di lingkungan dusun. Momen ini menjadi penutup rangkaian acara yang penuh makna, menegaskan bahwa esensi dari perayaan ini adalah rasa syukur yang diwujudkan dalam bentuk kepedulian terhadap sesama.
kebahagiaan di tahun yang baru, panitia juga menyelenggarakan santunan bagi anak-anak yatim di lingkungan dusun. Momen ini menjadi penutup rangkaian acara yang penuh makna, menegaskan bahwa esensi dari perayaan ini adalah rasa syukur yang diwujudkan dalam bentuk kepedulian terhadap sesama.
Keseluruhan acara, dari awal hingga akhir, berjalan sesuai rencana tanpa ada halangan berarti. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara panitia, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan partisipasi aktif seluruh warga Dusun Resomulyo dan sekitarnya. Tradisi Suroan di Resomulyo sekali lagi membuktikan bahwa budaya lokal tetap hidup dan menjadi fondasi kuat bagi kerukunan masyarakat. Sumber Berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)




