KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
JOMBANG — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli mendatang, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan religi dengan berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (20/6).
Setibanya di kompleks pemakaman, Kapolri yang tampak mengenakan peci hitam langsung disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, K.H. Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin). Sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan, Gus Kikin menyematkan kalung surban kepada Jenderal Listyo Sigit sebelum bersama-sama menuju area makam.
Di depan pusara tokoh bangsa tersebut, Kapolri memimpin prosesi doa bersama secara khusyuk yang dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di atas makam Gus Dur.
Catatan Sejarah: Ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan Polri, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap rekam jejak historis Gus Dur yang memiliki andil besar dalam sejarah kepolisian modern di Indonesia.
Warisan Sejarah Gus Dur untuk Polri
Selama masa baktinya sebagai kepala negara (20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001), Gus Dur tercatat sebagai tokoh kunci yang mendorong reformasi birokrasi, supremasi sipil, serta profesionalisme aparat keamanan.
Landasan konstitusional pemisahan lembaga TNI dan Polri lahir di era kepemimpinannya, yang diperkuat melalui:
TAP MPR No. VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri.
TAP MPR No. VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.
Melalui ketetapan tersebut, Polri resmi berdiri mandiri untuk fokus pada keamanan domestik dan penegakan hukum. Selain jasanya di bidang institusi negara, sosok yang akrab disapa Gus Dur ini juga terus dikenang luas masyarakat sebagai “Bapak Pluralisme” atas dedikasi seumur hidupnya membela toleransi dan keberagaman etnis di tanah air. Sumber berita: (Red Kurnia)




