KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Banyuwangi – Ribuan emak-emak dari berbagai wilayah di Banyuwangi memadati Mapolresta Banyuwangi pada Senin (19/5/2025) siang. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Sebelumnya, massa telah melakukan aksi orasi di depan kantor KSP Mekar Syariah di wilayah Logjag, menuntut kejelasan terkait permasalahan utang-piutang yang selama ini menjerat mereka.
Aksi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengaduan terhadap seorang pria berinisial R, diduga bernama Radlan, yang dianggap telah menghina dan merendahkan martabat para emak-emak yang menjadi korban persoalan kredit di KSP tersebut.
Dalam pengaduannya di Polresta Banyuwangi, para ibu-ibu yang mewakili tergabung dalam komunitas korban KSP Mekar Syariah menyampaikan bahwa oknum tersebut kerap melakukan siaran langsung (live streaming) di akun TikTok miliknya, menyebut emak-emak dengan kata-kata kasar seperti “sesat”, “keparat”, dan “tidak paham kebenaran masalah KSP”.
Tak hanya itu, R juga dinilai selalu menjelekkan aktivis sosial Yunus Wahyudi dengan tuduhan meminta imbalan, memeras uang emak-emak, padahal yang sebenarnya selama ini aktivis Yunus Wahyudi selalu aktif dalam membantu emak-emak dikenal gencar mendampingi dan menyuarakan aspirasi para korban KSP Mekar Syariah. Kritikan dan hinaan terhadap Yunus dan para emak-emak disebut terjadi hampir di setiap jam siaran langsung yang dilakukan R di platform media sosial tiktok.
Salah satu perwakilan massa, Siti Rohani, menyampaikan bahwa tindakan R telah melukai hati para korban dan memperkeruh suasana. “Kami datang ke sini untuk mencari keadilan. Kami bukan penjahat, kami hanya menuntut hak kami dan tidak terima jika terus dihina di depan publik,” ujarnya dengan nada penuh emosi.
Para emak-emak berharap, pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan pengaduan mereka dan memproses R sesuai hukum yang berlaku. Aksi ini mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian untuk memastikan situasi tetap kondusif. Sumber Berita: (Red Jas Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)




