KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Banyuwangi – Ratusan pelaku UMKM di Banyuwangi didorong untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menyatakan siap berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.
Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional bertajuk “UMKM Go Export: Digital Drive, Global Thrive” yang digelar di Banyuwangi. Dalam kegiatan tersebut, ratusan UMKM peserta diberikan materi terkait penguatan kapasitas ekspor, mulai dari aturan ekspor, tren pasar global, hingga strategi pemasaran internasional.
Seminar ini menjadi salah satu rangkaian Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2025 X Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025, yang diselenggarakan BI Jember berkolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi. Kegiatan ini berlangsung pada 10–13 Juli 2025 di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Taman Blambangan.
Tak hanya seminar nasional, SCF 2025 juga dimeriahkan dengan talkshow, pameran produk unggulan dari 60 pelaku UMKM wilayah Sekarkijang, pertunjukan seni, festival kuliner, kompetisi memasak tradisional, dan lomba mewarnai anak-anak.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Jember, Achmad. Sementara materi disampaikan oleh sejumlah narasumber, antara lain Ketua Tim Program Pendampingan Ekspor Kemendag RI Junianto, Ketua Umum ID Seed sekaligus Kurator UMKM Ekspor Nasional Ira Damayanti, Kepala Seksi Pelayanan Informasi Bea Cukai Banyuwangi Didik Nurhayadi, serta Founder Argopuro Walida Coffee Ahmad Muhlisin. “Ini salah satu upaya BI dalam mendukung UMKM bisa go global sehingga dapat mendongkrak nilai ekspor daerah,” ujar Achmad.
Achmad mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mendorong ekspor produk dari Banyuwangi dan kabupaten sekitar lainnya. Ia menyoroti nilai ekspor wilayah Sekarkijang (eks Karesidenan Besuki dan Lumajang) pada 2024 yang mengalami penurunan sebesar 6,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari USD736 juta menjadi USD688 juta.
Karena itu, BI Jember berupaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar lebih siap menembus pasar internasional. “Kami berharap para pelaku UMKM, eksportir, dan calon eksportir bisa memperoleh informasi lebih luas tentang aturan ekspor, tren pasar, hingga strategi pemasaran global. Ini sangat mereka perlukan saat terjun ke perdagangan internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi penyelenggaraan seminar ini. Ia berharap dapat membuka wawasan pelaku UMKM, khususnya dari Banyuwangi, mengenai tata cara ekspor dan peluang besar yang bisa diraih. “Semoga kegiatan ini dapat mendorong dan membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk go global,” ujar Mujiono. Sumber Berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)




