Kpksigap.com // KOTA BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota terus memperkuat sinergitas bersama unsur aparatur pemerintahan, TNI, masyarakat, hingga elemen mahasiswa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah ini diwujudkan melalui akselerasi program “Jakarta On The Spot” (Jakarta+) yang digelar di Jl. Kp Tengah, RT.002/RW.010, Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan serap aspirasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Bekasi Kota. Hadir pula unsur Forkopimcam yang diwakili Plt. Camat Bantar Gebang Dr. Achmad Shovie Adi Samabta Bhakti, M.E., Lurah Bantar Gebang Sowi Hidayatullah, tokoh agama, tokoh pemuda, serta aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus.
Dalam arahannya, Kapolres Metro Bekasi Kota menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kekompakan masyarakat dan elemen mahasiswa yang hadir. Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membentengi wilayah dari potensi gangguan kamtibmas.
“Kami mengimbau warga untuk mengaktifkan kembali Satkamling (Satuan Keamanan Lingkungan) di tingkat RT dan RW. Keamanan tidak bisa terwujud tanpa kepedulian bersama. Selain itu, kami titip pesan agar para orang tua memperketat pengawasan terhadap anak-anak remaja mereka agar tidak terjerumus dalam aksi tawuran, balap liar, hingga penyalahgunaan narkoba,” ujar Kombes Pol. Kusumo.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas Call Center 110 jika menemukan indikasi gangguan keamanan, agar aparat dari TNI, Polri, dan Forkopimcam bisa langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.
Program Jakarta On The Spot ini menjadi wadah dialog interaktif yang sangat produktif. Pada sesi temu wicara, warga RW 010 Bantar Gebang menyampaikan sejumlah keluhan nyata di lapangan.
Aspirasi utama yang disuarakan warga adalah kemacetan parah di sepanjang Jalan Pangkalan 4 Bantar Gebang yang dipicu oleh buntut antrean panjang kendaraan yang hendak membeli BBM di SPBU setempat hingga memakan badan jalan. Selain itu, warga mengeluhkan kerawanan khas wilayah perbatasan seperti potensi pencurian, begal, balap liar, serta minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU). Warga pun meminta polisi meningkatkan intensitas patroli wilayah.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kota langsung memberikan instruksi tegas kepada jajarannya untuk segera melakukan tindakan nyata.
“Terkait kemacetan di SPBU Pangkalan 4, saya sudah perintahkan Polsek Bantar Gebang dan Satlantas Polres Metro Bekasi Kota untuk segera turun ke lapangan melakukan pengkajian. Kita akan siapkan langkah rekayasa lalu lintas serta menempatkan personel untuk pengaturan di jam-jam rawan kemacetan. Untuk patroli perbatasan, unit Samapta dan Intelkam akan mempertebal kehadiran anggota di titik-titik rawan tersebut,” tegas Kapolres.
Sebagai wujud empati dan kedekatan Polri dengan masyarakat, rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian paket bantuan sosial (sembako) kepada warga prasejahtera dan elemen mahasiswa. Selain itu, Kapolres bersama jajaran juga membagikan cinderamata kepada anak-anak di lingkungan RW 010 Bantar Gebang guna mempererat kedekatan emosional.
Seluruh rangkaian kegiatan Jakarta On The Spot Polres Metro Bekasi Kota di wilayah Bantar Gebang berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif, serta mendapat respons yang sangat positif dari seluruh lapisan masyarakat setempat.
(Gunawan Darmawan/Humas)




