PT Pupuk Indonesia Awasi Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar, Petani Lega Harga Mulai Turun Mendekati HET !
Pacar-Manggarai Barat, KPK-SIGAP.com – // Buntut dari pernyataan tertulis diatas kertas bermeterai dari Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar, Yohanes Ilham Jomi (YIJ) selaku pemilik kios pengecer Toko Simpati, bertempat di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo, Flores – Nusa Tenggara Timur ( NTT) , Rabu , 4 Juni 2025.
PT Pupuk Indonesia melalui Perwakilan Wilayah Flores, Ilham Maslakul Ahkam menyatakan komitmen untuk melakukan pengawalan terhadap komitmen dari YIJ menjual pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat – NTT sesuai dengan batas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
Dihubungi Tim Investigasi Nasional Media KPK-SIGAP melalui telepon selulernya pada Jumat pagi, 20 Juni 2025, Ilham , demikian sapaan akrab Perwakilan PT.Pupuk Indonesia Wilayah Flores – NTT di Labuan Bajo menegaskan :
” Pada dasarnya, kami berkomitmen untuk menindak segala bentuk ketidak sesuaian terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan peraturan yang tertuang.
Kami juga akan melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan peraturan yang tertuang di dalam permendag pasal 32 dan pasal 33, dimana apabila terdapat pelanggaran di tingkat kios, maka disperindag dapat memberikan sanksi berupa teguran tertulis. Dari situ nantinya akan kami tindaklanjuti dengan pemberian sanksi teguran kepada distributor dan kios yang bersangkutan. Kami juga sudah memberikan surat peringatan kepada distributor, kami juga terus melakukan monitoring dan pembinaan kepada pengecer pacar dan juga pengawalan atas komitmen tersebut agar bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Dihari yang sama di tempat terpisah , Pengecer pupuk bersubsidi dimintai tanggapan oleh Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP terkait harga pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar, sudah kembali normal sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) atau belum. Namun pengecer belum bisa memastikan apakah pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar sudah turun atau belum karena dirinya sedang menjalani urusan keluarga di DIY. ” Saya lagi di Yogyakarta ,” jawabnya singkat .
Hasil pemantauan dan investigasi penyaluran pupuk subsidi oleh Lembaga Monitoring Independen Nusa Tenggara Timur ( LMI-NTT) dan Tim Investigasi Nasional Media KPK-SIGAP di kelompok tani setiap desa di Kecamatan Pacar mengindikasikan adanya penjualan pupuk subsidi melampaui HET sebesar Rp 227.500 per 100 kg pupuk urea dan Ponska dengan ukuran masing-masing 50 kg, hingga Rp 330.000 per 100 kg atau per pasang pupuk subsidi yang terdiri dari pupuk urea 50 kg dan Ponska 50 kg .
” Anggota kelompok tani di sejumlah desa dalam wilayah Kecamatan Pacar yang berhasil kami temui mengeluhkan hal yang sama . Mereka mengeluh karena ulah oknum berinisial HJ alias BH yang menjual pupuk subsidi kepada anggota Poktan melampaui HET . Seharusnya harga tebusan pupuk bersubsidi di lini 4 atau lini terakhir di gudang pengecer sebagai titik serah pupuk subsidi dari pengecer ke petani penerima pupuk subsidi hanya sebesar Rp 227.500. Namun oknum HJ alias BH justru meminta tebusan kepada para petani sebesar antara Rp 320. 000 hingga Rp 330.000 per pasang pupuk subsidi sejak 2023-2024,” ungkap Ketua LMI-NTT, Marsel Pelealu bersama Sekretaris LMI NTT, Adrianus Jehamat kepada media ini di Labuan Bajo,Manggarai Barat, Kamis , 5/6/2025 .
Sebelumnya , kepada media ini , Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat, Laurensius Halu, S.St., menuturkan seraya menunjukan adanya surat pernyataan dari pengecer pupuk subsidi Kecamatan Pacar, Yohanes Ilham Jomi dari Toko Simpati dengan alamat Wulang , Desa Manong , Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.
” Hari ini, Pengecer Pupuk Subsidi untuk Kecamatan Pacar atas nama Yohanes Ilham Jomi telah menandatangani surat pernyataan,” tegas Kadis Laurens Halu kepada Ketua LMI NTT, Rabu, 4/6/2025 .
Surat pernyataan bermeterai tertanggal 4 Juni 2025 secara sadar , pengecer resmi pupuk bersubsidi Kecamatan Pacar ini memuat dua hal .
Pertama ; ” Bersedia menjual harga pupuk bersubsidi di wilayah layanan saya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi ( HET) dengan harga yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan sebagaimana tertuang pada Keputusan Mentri Pertanian Republik Indonesia Nomor 644/ KPTS/SR.310/M.11/ 2024, Tanggal 19 November 2024. 1. Pupuk Urea Rp 2.250 / kg, 2. Pupuk Ponska Rp 2.300/kg .”
Kedua : ” Apabila dikemudian hari saya menjual pupuk pupuk bersubsidi diluar dari Harga Eceran Tertinggi (HET) maka saya bersedia dituntut secara hukum sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundangan undangan yang berlaku dan dicabut ijin sebagai pengecer resmi pupuk bersubsidi di Kecamatan Pacar.
Surat pernyataan ini dihasilkan dalam pertemuan resmi di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat. Pertemuan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat bersama jajaran. Turut hadir , Perwakilan Pupuk Indonesia Wilayah Flores , Ilham Maslahul Ahlam bersama Asisten Acounting Exevutif ( AAE) Pupuk Indonesia, Indrawan Jaelani, Distributor Pupuk Manggarai Barat CV.Harum Jaya , Camat Pacar diwakili Sekcam , Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian ( BPP) Pacar , Benediktus Mursono, Kepala Perwakilan PT Petrokimia Gersik Cabang Flores di Labuan Bajo, dan Perwakilan Kelompok Tani Dangka , Desa Compang , Kecamatan Pacar.
Surat pernyataan yang ditandatangani Pengecer Pupuk Kecamatan Pacar ini disaksikan oleh lima pihak dan turut diketahui oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat.
Lahirnya surat pernyataan ini merupakan buah manis dari perjuangan segenap warga kelompok tani di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya dari 2.286 orang petani penerima pupuk subsidi yang tersebar di 183 kelompok tani di 13 desa di Kecamatan Pacar melalui Lembaga Monitoring Independen Nusa Tenggara Timur bersama Tim Investigasi Nasional Media KPK-SIGAP
Sejumlah anggota kelompok tani di Kecamatan Pacar yang minta nama-nama mereka dirahasiakan mengungkapkan kelegaan lantaran harga pupuk bersubsidi mengalami penurunan pasca penandatanganan surat pernyataan Pengecer Pupuk Bersubsidi Kecamatan Pacar, Yohanes Ilham Jomi, 4 Juni 2025.
” Kami lega , harga pupuk sudah turun . Sebelumnya Rp 330.000 per pasang, kini turun ke Rp 280.000 hingga Rp 230.000/ pasang pupuk urea dan Ponska masing-masing berukuran 50 kg,” ungkap mereka seraya berharap kedepannya tidak naik lagi seperti beberapa tahun terakhir sejak 2022-2025.
KPK SIGAP Red,
Editor mursyidi
Reporter Adrianus Jehamat.



