
Lampung Selatan, KPK, Sigap.com — Pekerjaan Konstruksi, Tambal Sulam di ruas jalan Sidomulyo, Way panji dan Bumidaya yang belum lama selesai dikerjakan di Duga di tidak transparan dalam pengelolaan dana kegiatan proyek serta rawan Dugaan Korupsi.
Dari pantauan Tim media ini dilapangan, Pelaksanaan pekerjaan proyek tambal Sulam tersebut tidak memasang papan proyek / prasasti kegiatan Proyek.
Hal ini menunjukan tidak adanya keterbukaan Informasi dan Transparansi kepada masyarakat umum tentang Asal Usul Sumber dana Kegiatan Proyek ini. Minggu (10/ 11/ 2024) lalu.
Sesuai dengan amanah undang – undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008 serta Perpres nomor 54 tahun 2010 dan nomor 70 tahun 2012 mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai oleh negara, wajib memasang papan nama proyek, yang memuat jenis dan lokasi kegiatan, nomor kontrak, waktu pelaksanaan, serta jangka waktu dan lama pelaksanaan.
Selain itu dalam pelaksanaan pekerjaan tambal Sulam Aspal jalan ini Di Duga Kuwat tidak sesuai Spek pekerjaan, kegiatan Proyek salah satunya mengenai Penyiraman AspaL bakarnya sangat Tipis sekali, sehingga banyak ruas jalan yang ditambal sudah amblas. Bahkan sebagian sudah ada yang hancur .
Saat media ini melakukan konfirmasi kepada puluhan warga sekitar, bersama Pak jumikan selaku ketua RT 4 dusun sidomukti, Desa Sidoarjo Kecamatan Way Panji yang didampingi Sumawan salah satu tokoh masyarakat dusun sidomukti bersama puluhan warga mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut baru saja selesai dikerjakan. Dan kebetulan saya bersama warga sedang mempersoalkan pekerjaan tambal sulam itu, awalnya dirinya dan masyarakat sekitar mengaku sangat senang dan bahagia jalan nya sudah dibangun, tapi kalo pekerjaan nya seperti ini kami tidak terima mas, kami mendukung penuh jika memang pekerjaan tersebut ingin diberitakan, karena menurutnya jalan yang baru saja selesai dikerjakan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Silahkan mas cek sendiri.
“Kalau memang mau di exspos saya dukung mas, pasalnya proyek ini sampai menelan anggaran biaya begitu besar, sampean lihat sendiri itu kualitasnya, masa baru selesai dikerjakan sudah banyak yang amblas,” Ucapnya kepada media ini.
Pada saat Tim media menemukan dugaan beberapa item pekerjaan yang dikerjakan Asal-asalan, adapun temuan di lapangan dari Tim yaitu, aspal yang dinilai tidak sesuai karena saat dipegang sedikit saja sudah rapuh, ditambah kurang tebal, tidak rapi pada tambalan aspal, dan mengecek sepanjang jalan ini sampai desa bumidaya, pekerjaan nya sangat amburadul ditambah tidak adanya plang pemberitahuan yang di pasang di sepanjang jalan tersebut.
Menyikapi hal ini, diharapkan Instansi terkait dapat segera menindak lanjuti kasus pekerjaan jalan tersebut, terutama Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan, Kejati Lampung, maupun Tipidkor Polda Lampung agar segera dapat turun ke Lapangan guna melakukan Audit dan melihat hasil pekerjaan tersebut, karena dalam hal ini, jelas negara telah di rugikan. terutama kami sebagai masyarakat. Ungkap kesal warga. (Tedi)



