Blitar | Kpksigap.com – Kecamatan Sananwetan Kota Blitar menggelar Pra Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan tema “Kota Berkarakter dengan Smart Governance dan Smart Economy”, Jumat (23/1/2026). Kegiatan tersebut bertempat di destinasi sendang Mbah Bawok Kelurahan Karangtengah. Acara ini dihadiri unsur kecamatan, lurah se-Kecamatan Sananwetan, LPMK, serta perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Blitar.
Camat Sananwetan, Purwanto AP, mengatakan Pra Musrenbang menjadi forum strategis untuk merumuskan perencanaan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap melalui Pra Musrenbang ini dapat menghasilkan perencanaan pembangunan tahun 2027 yang berkualitas dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, baik secara jasmani maupun rohani,” ujarnya.
Purwanto menjelaskan, Kecamatan Sananwetan menetapkan tiga isu strategis utama yang selaras dengan visi Kota Blitar tahun 2027. Isu pertama adalah penanganan stunting sebagai upaya mempersiapkan Generasi Emas 2045.
“Meskipun angka stunting di Kota Blitar sudah berada di bawah target nasional, kami tetap berkomitmen menurunkannya secara berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi, tetapi juga pola asuh dan kesadaran orang tua terhadap pemenuhan gizi anak.
“Karena itu kami terus melakukan edukasi dan penguatan peran keluarga agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang,” ungkap Purwanto.
Isu strategis kedua yang menjadi perhatian Kecamatan Sananwetan adalah peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kampung kreatif.
“Kami mendorong setiap kelurahan memiliki kampung kreatif yang berbasis potensi lokal, sehingga mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, isu strategis ketiga adalah penanganan kemiskinan yang harus terus mendapat perhatian serius. Purwanto menegaskan upaya pengentasan kemiskinan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kemiskinan harus kita tangani secara berkelanjutan agar masyarakat benar-benar merasakan peningkatan kesejahteraan,” katanya.
Purwanto berharap ketiga isu strategis tersebut dapat diakomodasi dalam RKPD 2027 dan dijalankan secara konsisten.
“Jika stunting ditekan, ekonomi masyarakat tumbuh melalui kampung kreatif, dan kemiskinan dapat dikurangi, maka visi Kota Blitar yang berkarakter dengan tata kelola dan ekonomi cerdas akan terwujud,” pungkasnya.
Redaksi | Pramono




