Sanggau,kpksigap.com – Kalimantan Barat – Sebuah investigasi tajam oleh tim (WGR) pada Kamis, 16 Januari 2025, pukul 10.44 WIB, mengungkap adanya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di bantaran Sungai Kapuas, khususnya di Desa Semerangkai dan Sungai Batu.
Dengan bukti-bukti konkret berupa video dan foto, tim WGR menunjukkan bagaimana praktik ilegal ini masih berlangsung, lengkap dengan detail waktu, tanggal, dan koordinat lokasi, yang membuktikan bahwa aktivitas merusak ini tidak pernah benar-benar berhenti.
Namun, ironisnya, hanya beberapa hari kemudian, tepatnya pada Senin, 20 Januari 2025, sejumlah media lokal justru melaporkan bahwa aktivitas PETI di wilayah tersebut telah berhasil diberantas. Klaim tersebut merujuk pada pernyataan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum yang menyebutkan bahwa tindakan tegas telah diambil sejak tahun 2024. Pernyataan ini, sayangnya, berbanding terbalik dengan kenyataan yang ditemukan di lapangan.

Tamparan Keras untuk Kredibilitas Aparat
Fakta yang diungkap oleh tim WGR dan masyarakat setempat menjadi tamparan keras bagi klaim aparat penegak hukum. Sebuah video amatir yang direkam oleh warga Sanggau pada hari yang sama dengan laporan media, memperlihatkan rakit-rakit PETI yang masih bebas beroperasi di Sungai Kapuas. Bukti nyata ini membongkar ilusi penertiban yang diklaim telah dilakukan.
“Kami memiliki bukti yang kuat, baik berupa foto maupun video yang dilengkapi dengan data waktu dan lokasi. Semua itu membuktikan bahwa aktivitas PETI terus berjalan seperti biasa. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di wilayah ini,” ujar seorang anggota tim WGR.
Lingkungan dan Kehidupan Sosial Terancam
Kerusakan lingkungan akibat aktivitas PETI telah menjadi ancaman nyata bagi masyarakat di sekitar Sungai Kapuas. Limbah merkuri dari proses penambangan mencemari air sungai yang menjadi sumber kehidupan utama bagi warga. Dampak ini bukan hanya mengancam kesehatan, tetapi juga memicu konflik sosial yang merugikan nelayan dan petani.
Desakan Transparansi dan Penindakan Tegas
Masyarakat, bersama tim WGR dan para aktivis lingkungan, kini mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah nyata. Mereka menuntut transparansi dalam setiap proses penertiban dan penindakan terhadap pelaku PETI, serta memastikan tidak ada pihak yang dilindungi dalam aktivitas ilegal ini.
Video amatir dan bukti investigasi yang dimiliki tim WGR seharusnya menjadi peringatan keras bagi pihak berwenang. Bukti ini tak dapat diabaikan jika pemerintah dan aparat benar-benar serius dalam menegakkan hukum dan melindungi lingkungan.
Waktunya Bertindak Nyata!
Kesenjangan mencolok antara klaim penertiban dan kenyataan di lapangan menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penegakan hukum di wilayah ini. Tanpa tindakan tegas dan transparansi, aktivitas PETI akan terus mengancam masa depan Sungai Kapuas dan masyarakat di sekitarnya.
Kini, saatnya pemerintah dan aparat membuktikan bahwa mereka mampu menegakkan hukum dengan adil dan tegas. Jangan biarkan Sungai Kapuas, simbol kehidupan bagi masyarakat Sanggau, terus dirusak oleh aktivitas ilegal yang menguntungkan segelintir pihak namun merugikan banyak orang. Tindakan nyata sangat dibutuhkan demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Sumber : ( WGR)
Penulis : Rahmad Maulana




