Jakarta,kpksigap.com —
Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) menyerukan agar seluruh pihak menunda sementara aksi demonstrasi demi keselamatan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan pemerintah dan kepolisian terkait tingginya jumlah korban dan kerusuhan pada aksi unjuk rasa pekan lalu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya melaporkan sebanyak 716 orang menjadi korban dalam rangkaian aksi yang berujung ricuh.
Selain itu, 2.829 sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi melindungi siswa, sementara ribuan lainnya menjalankan pola tatap muka dan hybrid. Kapolda Metro Jaya juga menyebut sebanyak 1.240 orang diamankan, sebagian besar berasal dari luar Jakarta.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama.
“Aksi yang memakan ratusan korban bukan lagi ruang aman untuk menyampaikan aspirasi. Keselamatan rakyat adalah prioritas yang tak boleh dikorbankan. Karena itu, kami berharap semua pihak menunda demonstrasi hingga keadaan benar-benar kondusif,” ujarnya di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Rizki juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak aksi ricuh terhadap dunia pendidikan.
“Fakta bahwa ribuan sekolah harus menerapkan PJJ darurat menunjukkan betapa luas dampak sosial dari demonstrasi yang tidak terkendali. Pendidikan anak-anak kita jangan sampai terganggu hanya karena kepentingan politik sesaat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rizki mengingatkan agar mahasiswa dan masyarakat tetap menjaga jalur konstitusional dalam menyuarakan aspirasi.
“Demonstrasi adalah hak setiap warga negara. Tapi hak itu harus dijalankan dengan damai, terukur, dan tidak membahayakan kehidupan sosial. Jika situasi masih rawan ditunggangi kelompok anarkis, menunda aksi adalah pilihan bijak untuk kebaikan bersama,” pungkas Rizki.
PP GMH memastikan pihaknya akan terus mendorong dialog, musyawarah, dan jalur hukum sebagai cara menyelesaikan perbedaan pandangan. Organisasi mahasiswa ini juga menyerukan doa bersama demi keselamatan bangsa agar suasana kebersamaan dan ketenangan sosial segera terwujud.
KPK Sigap: Syaipul Bahri.




