Perkuat Ketahanan Pangan, Sekda Kukar Hadiri Deklarasi SPR 3 Sektor

Kukar, kpksigap.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dr. H. Sunggono, menghadiri Deklarasi Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) bidang Pertanian, Peternakan, dan Perikanan di Kabupaten Kukar. Acara ini berlangsung di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Kamis (17/7/2025). Deklarasi ini merupakan wujud nyata kolaborasi Pemkab Kukar dengan Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (KBBI).

Acara disaksikan pejabat terkait, atas nama Pemkab Kukar, Sunggono menyampaikan terima kasih dan kepada Yayasan KBBI atas inisiatif dan dukungannya dalam peningkatan SDM, melalui program SPR. Program ini sejalan dengan arah pembangunan Kukar. Sunggono menekankan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dan implementasi dari MOU antara Pemkab Kukar dengan Yayasan KBBI.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas menjadi salah satu program prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah,” ujar Sunggono. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini adalah strategi transformasi ekonomi Kukar dari ketergantungan pada pertambangan menjadi ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Sunggono menjelaskan bahwa Kukar telah menjadi Lumbung Pangan Provinsi Kalimantan Timur selama lebih dari satu dekade. Berdasarkan data BPS 2024, Kukar menyumbang 46,80% dari total luas panen padi dan 50,71% dari total produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Kaltim. Kedudukan strategis ini menjadi penting dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yang akan menarik jutaan penduduk, menjadikan Kukar sebagai wilayah penyangga pangan IKN.

Komitmen Program Dedikasi Kukar Idaman yang telah dibangun oleh Bupati sebelumnya, akan dipertajam dan diperluas melalui Program Kukar Idaman Terbaik (Inovatif, Daya Saing, Mandiri, Terbukti, Berprestasi, dan Kerja Nyata) pada periode Aulia-Rendi 2025-2030. Visi “Kutai Kartanegara Idaman Terbaik” bertujuan mewujudkan fondasi Pusat Pangan, Pariwisata, Industri Hijau yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

Untuk mencapai visi ini, dirumuskan 5 Misi utama. Sunggono menekankan bahwa visi dan misi ini mustahil terwujud tanpa dukungan, kerja sama, sinergi, dan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan (POLRI, TNI, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, Yayasan/LSM/NGO, dan masyarakat luas). ”

“Mari kita bersama membangun Kutai Kartanegara yang lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera,” ajaknya.

Namun, ia mengakui masih banyak kendala dalam pembangunan pertanian Kukar, termasuk penurunan jumlah Rumah Tangga Petani (RTP) dan Rumah Tangga Nelayan (RTN), serta sebagian besar petani dan nelayan berusia di atas 50 tahun. Sunggono berharap pola pikir generasi muda dapat diubah agar tidak hanya terpaku pada profesi ASN/THL, melainkan melihat potensi menjanjikan di sektor pertanian.

Untuk menarik minat anak muda, perlu dilakukan modernisasi sistem pertanian melalui mekanisasi dan smart farming, serta pemberian insentif khusus untuk modal usaha. “Kami harapkan melalui Program SPR ini, dapat menghasilkan generasi-generasi muda yang bersemangat dan tangguh dibidang pertanian, peternakan dan perikanan sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan dan penggerak pembangunan desa,” harap Sunggono.

Mereka juga diharapkan dapat berperan sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS). Sunggono mengingatkan 27 peserta SPR agar serius mengikuti kegiatan selama 6 bulan, karena mereka adalah yang terbaik dan terpilih.

Kepada Perangkat Daerah terkait, Sunggono meminta agar program ini dikawal serius, Ia juga berharap Yayasan KBBI dan Fasilitator SPR dapat menempa peserta agar memiliki kapasitas dan kompetensi memadai, diikuti pendampingan berkelanjutan hingga program memberikan hasil signifikan dan dapat direplikasi di desa/kelurahan lain.

Penulis Hn Gea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *