Kota Bekasi, kpk.sigap.com
Radit Tri Irawan (34), seorang penyandang disabilitas yang berjuang untuk bertahan hidup,
menggambarkan perjuangan keras sebagian masyarakat yang kurang mendapatkan perhatian. Radit menjalani kehidupan yang berat dengan berjualan es mambo keliling pada siang hari dan memulung barang bekas pada malam hari. Semua ini ia lakukan demi membantu keluarganya
terutama ayahnya, PK Dadang, yang kini tidak lagi bisa bekerja akibat stroke ringan.saptu 21/12/2024.
Radit dan ayahnya tinggal di Jalan Lumbu Tengah Timur RT 01 RW 029, Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
Situasi mereka semakin sulit karena hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah maupun perangkat lingkungan setempat.
Kisah ini semestinya menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan. Dukungan dari berbagai pihak, seperti bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, atau inisiatif dari komunitas lokal, bisa menjadi solusi bagi keluarga Radit.
Sebagai warga sekitar atau organisasi yang peduli, langkah konkret yang dapat diambil meliputi:
1. Menggalang dana atau donasi untuk meringankan beban Radit dan ayahnya.
2. Mengadvokasi kebutuhan mereka kepada pemerintah daerah atau dinas sosial.
3. Memberikan pelatihan atau peluang usaha yang lebih berkelanjutan bagi Radit.
Semoga cerita ini menjadi perhatian pihak terkait dan membuka jalan bagi Radit dan keluarganya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Penulis : wartawan kota Bekasi
Tasum hidayat saputra




