NTT, KPK Sigap.com // Menyongsong HARDIKNAS 2 Mei 2024 Media KPK SIGAP melakukan wawancara dengan Drs Joni Justus Arnolus Ninu, M.Pd mantan Akademisi Undana dan Pemerhati Sosial Politik NTT serta Thomas Dogo Tuga salah satu tokoh masyarakat seputaran peluang dan tantangan pendidikan pada era globalisasi.
Joni selaku mantan akademisi Undana Kupang dan pemerhati sosialpolitik NTT mengisahkan bahwa pada jaman lampau pendidikan itu sulit menjangkau berbagai belahan dunia dan sulit pula untuk diakses oleh banyak orang. Namun ketika memasuki abad ke 21, pesatnya kemajuan teknologi yang sangat luar biasa maka memberikan kemudahan untuk setiap orang dapat mengakses pendidikan.
Pendidikan menjadi kunci utama yang membawa banyak perubahan sesuai perkembangan jaman.
Kini kita berada diera globalisasi dengan sekian ragam bentuknya sehingga dibutuhkan kecerdasan, kemampuan serta ketrampilan manusia agar dapat beradaptasi dengan perkembangan.
Suasana dan kondisi pendidikanpun ikut berubah sesuai perkembangan dan tuntutan jaman. Globisasi tidak selamanya menghadir hal hal yang positif saja .Berbagai bentuk negatif berupa tawaran instan dan glamour turut serta hadir.
Maka diperlukan pendidikan yang handal, pendidikan yang berkualitas untuk mengatasi dampak dampak negatif dari pengaruh digitalisasi dan globalisasi.
Selanjutnya Joni memaparkan berbagai Peluang dan Tantangan yang sedang dihadapi pendidikan akibat dampak dari Globalisasi.
Peluang:
Globalisasi memungkinkan adanya informasi yang lebih luas dan mudah terakses melalui teknologi digital, sehingga meningkatkan kesempatan belajar bagi pegiat pendidikan , mempermudah para pengguna teknologi digital. Pada masa kini , dalam hitungan detik dan menit , dunia sudah tahu apa yang diinformasikan oleh siapa.
Globalisasi memungkinkan adanya upaya kerjasama dengan dunia luar dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan kesempatan bagi umat manusia dan para pendidik agar berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Memungkinkan pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan global, sehingga dapat meningkatkan kesempatan dan memberi ruang bagi umat manusia untuk bersaing di pasar global. Disini, dituntut agar para pemerhati pendidikan wajib memiliki kemampuan daya saing yang cukup untuk berkiprah di dunia internasional.
Memungkinkan pendidikan jarak jauh yang lebih efektif melalui teknologi digital dan memberi kesempatan belajar bagi umat manusia yang selama ini hanya dapat mengakses pendidikan melalui cara cara tradisional.
Tantangan:
Globalisasi dapat memperlebar ketimpangan akses pendidikan antara negara-negara maju dan berkembang, serta antara orang kaya dan orang miskin. Globalisasi , khususnya digitalisasi dapat memungkinkan persaingan negatif , ego intelektual dari pemerhati pendidikan .
Globalisasi dapat meningkatkan tekanan pada sistem dan nilai nilai lokal, dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan. Informasi melalui digitalisasi kadang sulit dijangkau oleh umat manusia karena ketidakmampuan para pengguna informasi . Untuk itu, kemampuan untuk bersaing menjadi hakiki agar setiap orang dapat bersaing di pasar kerja global. Membawa pengaruh buruk terhadap budaya yang dimiliki oleh umat manusia . Nilai nilai budaya bisa hancur atau beralih status karena ketahanan budaya manusia telah rapuh . Globalisasi dapat menggeser kearifan lokal, dan mempengaruhi identitas budaya setempat.
Meningkatkan ketergantungan pada teknologi. Pada aras ini , teknologi dapat mempengaruhi kemampuan umat manusia untuk berpikir kritis dan mandiri, karena tercipta ketergantungan umat manusia terhadap teknologi yang sangat tinggi.
Strategi Menghadapi Tantangan:
Mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan global dan lokal. Kurikulum sebagai lokomotif pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan umat manusia.
Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pelatihan , studi lanjut , penyediaan fasilitas dan pengembangan infrastruktur pendidikan perlu ditangani lebih dini. Mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Peningkatkan kesempatan belajar bagi siswa mutlak dilaksanakan .
Mengembangkan karakter siswa yang kuat dan mandiri untuk menghadapi tantangan global.
Disini, tugas dan peran orang tua, keluarga, lingkungan setempat serta pelaku pendidikan menjadi utama. Pendidikan jangan di nomor duakan dalam setiap perencanaan. Ini, menjadi tugas dan tanggung jawab umat manusia.
Para pelaku dan pengelola pendidikan diharuskan untuk selalu melakukan inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak demi peningkatan kualitas pendidikan.
Pemerintah sebagai komponen yang dominan dalam menentukan kebijakan, tujuan serta arah pendidikan harus cermat, bijak bekerja secara tersistem, terstruktur dan terukur sesuai indikator kemajuan pendidikan tanpa mengorbankan nilai nilai budaya dan kearifan lokal yang bersifat positif dan fundamental.
Joni menekankan bahwa pendidikan dalam bentuk apa saja, tidak boleh dipolitisir atau dijadikan sebagai senjata politik. Dunia pendidikan harus bebas dari tekanan, intervensi, dan titipan. Jika tidak, maka kualitas pendidikan akan melemah karena segala keputusan dalam dunia pendidikan selalu sarat dengan kebijakan kebijakan yang sesungguhnya tidak kualitas. Pendidikan yang bermutuhlsh yang akan melahirkan SDM yang handal dan berintegritas.
Thomas Dogo Tuga seorang tokoh masyarakat sekaligus ketua RT 06 RW 03 kelurahan Kelapa Lima Kupang yang sempat juga diwawancarai oleh media ini seputaran pendidikan mengatakan bahwa, pengetasan kemiskinan hanya dapat dilakukan melalui pendidikan yang berkualitas.
Pendidikan yang bermutu yang akan mampu merubah kehidupan.
Pria (59) kelahiran Ngada Flores ini mengatakan atas semangat untuk merubah nasib maka dirinya meratau ke Kupang dengan pendidikan yang pas pasan kemudian bekerja sebagai karyawan pada PT Wemantra dan di beberapa lain. Ketekunan kerjanya kini membuahkan 7 orang sarjana.
Thomas menutup pembicaraan dengan mengatakan bahawa harus sekolah dengan serius, belajar ilmu pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang baik, disiplin, jujur, setia dan rendah hati pasti akan sukses dalam pekerjaan. ***
SMAN 1 Soppeng Lolos Mewakili Zona 3 Indonesia Timur pada Final BPJS Kesehatan Smart Competition 2025 di Jakarta SOPPENG,_Kpksigap.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia […]
ROKAN HILIR,kpksigap.com – Bhabinkamtibmas Polsek Batu Hampar Polres Rohil Briptu Rozali Irwan sosialisasi Stop Bullying atau perundungan di di Sekolah SDN 003 Kepenghuluan Bantaian […]
Kukar, kpksigap com – Ketua Sementara DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Farida, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran wilayah di daerah pesisir Kukar. Daerah pesisir yang […]