P2SP SDK Ruteng VI Menargetkan Pekerjaan Rehab Gedung Tuntas Lebih Awal !

Ruteng, KPK SIGAP.COM – Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ruteng VI, di Kelurahan Watu, Kec.Langke Rembong, Kab.Manggarai, Flores – NTT, berkomitmen untuk menuntaskan pekerjaan lebih awal dari waktu pelaksanaan yang dijadwalkan selama 150 hari terhitung sejak dimulainya pekerjaan (25/8/2025).

Diupayakan selesai pada tahun anggaran berjalan

Merujuk pada jadwal ini, diperkirakan pekerjaan akan tuntas pertengahan Januari atau awal Februari 2026. Tetapi mengingat bantuan program revitalisasi satuan pendidikan SD dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk SDK Ruteng VI senilai Rp 1,8 miliar, bersumber dari APBN Tahun Anggaran ( TA) 2025, dan TA berakhir 31 Desember, mau tak mau pekerjaan harus diupayakan sedemikian rupa agar tuntas sebelum tutup tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas ( PLT) SDK Ruteng VI, Anastasia Safitri Wolos, S.Pd., saat ditemui Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP di ruang kerjanya, Senin siang (29/9/2025).

Waktu pelaksanaan Pekerjaan 150 hari dimulai tanggal 25 Agustus 2025. Kalau dihitung dari tanggal dimulainya pekerjaan, maka kemungkinan selesai Januari hingga Februari 2026. Tapi pengawas mengingatkan agar pekerjaan harus diupayakan untuk selesai Desember 2025,” tutur Fitri, sapaan Plt SDK Ruteng VI selaku Penanggungjawab P2SP.

Untuk mencapai target ini, P2SP yang beranggotakan 6 orang, didukung dengan pembentukan tim teknis pelaksana bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan SDK Ruteng VI. Tim teknis mencakup perencana, Maximilianus Vinsensius Sinong, dan pengawas, Sulpisius Nuwardi. Tim ini telah dikukuhkan dengan SK Kepala SDK Ruteng VI bernomor : 919/SUKMA371.310/SDK RUTENG VI/VI/2025, tentang penetapan tim teknis pelaksana bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan SDK Ruteng VI tahun anggaran 2925, tertanggal 13 Juni 2025. Kekompakan P2SP bersama Tim Teknis terus dijaga dan diperkuat dengan
mempekerjakan 25 orang dengan keahlian dan pengalaman yang dibutuhkan bagi percepatan pembangunan rehab gedung di sekolah ini. P2SP sendiri telah dikukuhkan dengan SK Kepala SDK Ruteng VI nomor 918/SUKMA371.310/SDK RUTENG VI/VI/2025, tentang penetapan P2SP, tertanggal 13 Juni 2025.

Komposisi Dan Personalia P2SP

Susunan P2SP SDK Ruteng VI; Penanggungjawab adalah PLT SDK Ruteng VI, Anastasia Safitri Wolos, S.Pd., Ketua, Wilibrodus Kengkeng selaku Ketua Komite SDK Ruteng VI, Wilibrodus Aloysius Mburung, Sekretaris/logistik, unsur masyarakat yang memiliki kemampuan administrasi dan pembukuan, Flaviana Kurnia Hadiah, Bendahara/ unsur satuan pendidikan SDK Ruteng VI, Alexius Moa, Kepala Pelaksana , dan Argansius Jemahut, keamanan.

Legitimasi P2SP

Keberadaan dan peran P2SP telah dibentuk melalui rapat internal SDK Ruteng VI, dan dikukuhkan dengan berita acara pemilihan dan pembentukan panitia pembangunan satuan pendidikan SDK Ruteng VI, bernomor : 917/SUKMA371.310/SDK RUTENG VI/VI/2025, tertanggal 13 Juni 2025. Dalam berita Cara ini, keenam nama yang tergabung dalam P2SP menyatakan dua hal, pertama ; sanggup untuk melaksanakan seluruh tugas sesuai peraturan/persyaratan yang telah ditentukan dalam panduan pelaksanaan, dengan mengkoordinasikan partisipasi masyarakat dalam rangka pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan SDK RUTENG VI. Kedua ; bertanggungjawab atas pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan memberikan informasi secara terbuka dipapan informasi dan membuat laporan sesuai panduan pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Pernyataan ini turut diketahui oleh Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Theresia T.D.Stepi,SH.M.Hum, dan Komite Sekolah/ Wakil Orangtua Siswa, Eigenius Duhat,SH.

Terpilih Sebagai Penerima Bantuan Revitalisasi

Diketahui, SDK Ruteng VI merupakan salah satu dari enam belas penerima bantuan program revitalisasi satuan pendidikan SD dari Pemerintah melalui Kemendikdasmen untuk Kabupaten Manggarai 2025. Dibanding sekolah lain, SDK Ruteng VI terbilang sebagai penerima bantuan revitalisasi terbesar senilai Rp 1.803.443 944 (Satu Miliar Delapan Ratus Tiga Juta Empat Ratus Empat Puluh Tiga Ribu Sembilan Ratus Empat Puluh Empat Rupiah). Sementara , dua sekolah lain dalam satu kecamatan Langke Rembong ; SDK Ka Redong, Rp 1 Miliar , dan SDK Kumba 1, Rp 600 juta.

Aliran Dana Bantuan Revitalisasi

Bantuan revitalisasi dari kemendikdasmen untuk SDK Ruteng II senilai Rp 1,8 juta ditransfer langsung dari rekening Kemendikdasmen ke rekening penerima bantuan yang sudah dibuatkan oleh pemilik program dan anggaran. Tugas sekolah penerima, SDK Ruteng VI hanya mengaktivasi rekening. Lalu uang diambil oleh Bendahara bersama Penanggungjawab P2SP, PLT SDK Ruteng VI.

Sesuai juknis panduan pelaksanaan dan laporan bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan SD tahun anggaran 2025, uang dikirim dari rekening Kemendikdasmen ke rekening sekolah penerima yang sudah dibuat oleh. Rekening atas nama sekolah. Tahap pertama sudah dikirim dan diambil oleh Bendahara bersama Penanggungjawab P2SP,” terang Alumni SMA Negeri 2 Ruteng ini. Dana digunakan untuk pengadaan sejumlah material yang dibutuhkan untuk pekerjaan rehab 12 ruangan kelas sebagai pekerjaan mayor/ dan pekerjaan minor/tambahan, serta upah pekerja maupun biaya administrasi.

Prioritas Penggunaan Bantuan

Kepada media ini, Plt Fitri menuturkan prioritas penggunaan anggaran untuk membiayai pekerjaan rehab 12 ruang kelas bagi 430 siswa yang tersebar ke 18 rombongan belajar (rombel) SDK Ruteng VI. Sekolah ini adalah salah satu dari 84 lembaga pendidikan dasar yang bernaung dibawah Yayasan Persekolahan Sukma (Yapersukma) Pusat di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Turut direhab, 1 unit toilet mencakup 6 bilik. Menyusul pembangunan 2 unit toilet baru dengan cakupan 5 bilik per unit, total 3 unit atau 16 bilik bagi 430 siswa dan 29 orang guru.

Selain rehab 12 ruang kelas, juga rehab 1 unit toilet lama yang terdiri dari 6 bilik. Kemudian bangun 2 unit toilet baru, masing-masing unit terdiri dari 5 bilik,” terang Kepsek Fitri seraya merinci ; ” dari 5 bilik per unit, 2 bilik disediakan bagi penyandang disabilas dan 3 bilik untuk non disabilitas. Dengan demikian, dari total 2 unit toilet baru, ada 4 bilik untuk disabilitas dan 6 bilik untuk non disabilitas,” ungkap Alumnus Universitas Negeri Padang Sumatera Barat ini

Bentuk Kegiatan Rehab

Lebih lanjut ia membeberkan bahwa rehab 12 ruang kelas diarahkan pada sejumlah kegiatan. Pertama ; pembongkaran dan pergantian total seluruh sing dan rangka atap lama dengan bahan serba baru, baik sing maupun rangka atap dari bahan kayu lokal. Kedua ; penambahan tinggi tembok dinding. Ketiga ; pergantian total material plafon 12 ruang kelas selebar 7 meter dengan total panjang Mendekati 50 meter . Keempat; pergantian total kosen dan daun pintu serta kosen dan kaca jendela lama dengan kosen dan daun pintu serta kaca jendela baru. Kelima ; penambalan sebagian tembok didinding bagian dalam ruang kelas yang sudah kropos dan pecah-pecah di banyak tempat. Keenam : Pembangunan sejumlah tiang tembok penyangga bagian teras depan seluruh ruangan. Ketujuh ; pemasangan keramik lantai seluruh ruangan kelas, dan jika anggaran mencukupi diupayakan untuk memasang kramik lantai teras seluruh ruangan kelas . Kedelapan ; pergantian dinding sejumlah ruangan kelas dari papan dengan tembok seluruhnya serta pemasangan tembok gunung bagian atap.

Informasi Satu Pintu

Dihari yang sama, ditempat terpisah, media ini telah menghubungi Ketua P2SP, Wilibrodus Kengkeng melalui sambungan telepon selulernya seraya menanyakan progres pekerjaan.

Sebaiknya, tanya langsung sama Ibu PLT SDK Ruteng VI selaku Penanggungjawab P2SP. Bliau yang lebih tahu dan lebih tepat untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan media tentang progres pekerjaan di sekolah itu,” ungkap Ketua Komite SDK Ruteng VI.

Bersyukur, Bangga, dan Berterima kasih

Orang nomor 1 di SDK Ruteng VI ini tak pernah membayangkan jika dalam usianya yang terbilang masih sangat muda, sudah mendapatkan kepercayaan dari Bupati Manggarai melalui Dinas PPO Kabupaten Manggarai sebagai PLT di SDK Ruteng VI. Belum genap setahun menjadi PLT, tak terduga, sekolah yang dipimpinnya masuk dalan daftar 16 SD di Kabupaten Manggarai yang mendapatkan bantuan revitalisasi dari Pemerintah Pusat. Nilai nominal bantuan yang diterimanya pun terbilang paling besar. Bantuan ini sungguh bermanfaat untuk merehab bangunan yang sudah berusia lebih dari setengah abad.

Saya sangat bersyukur dan bangga akan dua hal. Pertama, meskipun baru diangkat sebagai PNS setelah lulus testing 2017, namun 7 tahun kemudian telah dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PPO menjadi PLT di sekolah ini sejak 4 September 2024. Kedua, sekolah ini mendapatkan bantuan revitalisasi dari kemendikdasmen dengan nilai nominal yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki gedung sekolah yang sudah sangat tua, berusia sekitar 60 tahun. Banyak bagian yang sudah rusak. Atap bocor , dinding dan lantai kropos dan pecah-pecah. Adanya bantuan ini benar-benar bisa memenuhi harapan kami untuk memoles wajah bangunan sekolah ini agar lebih menarik, indah, dan nyaman bagi murid dan guru-guru di sekolah ini , sekaligus dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kini dan kedepannya,” tutur Alumni SMP Negeri 2 Ruteng ini.

Untuk semua ini, dirinya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai/ Dinas PPO serta Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Ruteng. Alumni SDK Cewo Nikit dan TK Inviolata ini meyakini adanya bantuan dari pemerintah pusat untuk sekolahnya , tidak terlepas dari perjuangan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PPO serta Yayasan yang menaungi sekolah yang satu ini.***

Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP.

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *