Ormas Bidik Bongkar Stigma Lambang Blitar, Pemkab Dinilai Pelihara Ketimpangan Wilayah.

Blitar | Kpksigap.com – Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Bidik Jawa Timur mengkritik lambang identitas Kabupaten Blitar yang dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Kritik tersebut disampaikan melalui aksi damai di Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kamis (15/1/2026).

Ketua Ormas Bidik Jawa Timur, Sulton Abimanyu, menyebut lambang daerah seharusnya mencerminkan harkat, martabat, serta kearifan lokal masyarakat Blitar secara utuh, bukan justru menimbulkan stigma terhadap wilayah tertentu.

Disamping itu, Ketua DPD Bidik Jawa Timur mengkritisi terkait adanya simbol pemerintah daerah yang dijadikan tutup gorong – gorong atau selokan ysng semestinya menjadi simbol kebanggaan daerah.

“Lambang itu bukan sekadar gambar, tetapi simbol harga diri Kabupaten Blitar. Ketika masih ada makna yang merendahkan wilayah tertentu, maka itu harus dikoreksi,” kata Abimanyu dalam orasinya.

Abimanyu menyoroti makna lambang yang tertuang dalam regulasi tahun 1967 yang menggambarkan Blitar bagian selatan sebagai wilayah kurang makmur atau kering. Menurutnya, narasi tersebut tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini.

“Blitar Selatan hari ini sudah berkembang. Kalau masih dilabeli kering dan tertinggal, itu tidak adil dan melukai perasaan masyarakat,” ujarnya.

Selain persoalan simbolik, Ormas Bidik juga menyinggung ketimpangan pembangunan antara wilayah Blitar Utara dan Blitar Selatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memunculkan ketidakpuasan hingga menguatkan wacana dengan isu pemekaran wilayah.

“Kami tidak ingin Blitar terpecah, tetapi pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang adil dan regulasi yang berpihak,” kata Abimanyu menegaskan.

Sebelum menuju Kantor Pemkab Blitar, massa Ormas Bidik melakukan aksi sosial dengan mengecat Pasar Wlingi yang terlihat kusam sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik.
Aksi kemudian dilanjutkan ke Gedung DPRD Kabupaten Blitar sebelum akhirnya menuju Kantor Pemkab Blitar.

Pemerintah daerah meminta perwakilan pendemo untuk masuk dan berdiskusi guna meredam eskalasi massa.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan Ormas Bidik. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian panjenengan terhadap Blitar. Ini bentuk kecintaan pada daerah,” ujarnya.

Suhendro menyebut Bupati Blitar telah memberikan arahan agar aspirasi tersebut ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, meski tetap memerlukan tahapan perencanaan dan kajian hukum.

“Bapak Bupati sepakat bahwa lambang daerah perlu disikapi secara serius. Namun prosesnya harus sesuai aturan dan perencanaan. Yang jelas, aspirasi ini menjadi perhatian kami,” pungkasnya.

Redaksi | Pramono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *