Ngabuburit Bareng Bawaslu Sulut: Sinergi Mahasiswa & Wartawan Kawal Demokrasi Bersih

Kpksigap-Bawaslu

Manado, kpksigap.com, Rabu, 26 Maret 2025.
Menyambut bulan suci Ramadan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan bertajuk “Ngabuburit Pengawasan” di Aula Kantor Bawaslu Sulut, Selasa sore (25/3). Acara ini menjadi magnet tersendiri bagi puluhan mahasiswa dan insan pers, yang hadir untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan adil.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, diskusi hangat mengalir tentang pengawasan Pemilihan Umum dan Pilkada 2024. Tidak hanya sekadar refleksi, namun juga menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah pengawasan ke depan.

Apresiasi KPU dan Kesbangpol

Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bawaslu Sulut yang dinilainya berhasil menjalankan pengawasan dengan profesional dan transparan. Menurutnya, tahapan Pilkada berjalan lancar secara administratif, meski evaluasi tetap penting untuk penyempurnaan ke depan.

Senada dengan itu, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Sulut, Johnny Suak, juga mengacungkan jempol terhadap strategi Bawaslu yang berhasil menjaga netralitas ASN dan meningkatkan partisipasi publik selama proses Pilkada berlangsung.

Peran Mahasiswa dan Media Sangat Vital

Ngabuburit ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten seperti akademisi Dr. Goinpeace Tumbel, pegiat pemilu Jackried Maluenseng, serta Koordinator JPPR Sulut Paskal, yang menyoroti pentingnya kolaborasi antara pengawas pemilu, mahasiswa, dan media untuk membangun kesadaran politik masyarakat.

“Peran media dan mahasiswa sangat krusial. Mereka adalah garda depan dalam mengawal integritas Pemilu,” ujar Paskal.

Dasar Hukum Pengawasan Partisipatif

Kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, khususnya Pasal 98 yang menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan. Selain itu, Peraturan Bawaslu Nomor 15 Tahun 2018 juga menjadi rujukan utama dalam mendorong pengawasan partisipatif yang inklusif.

Langkah Nyata Bangun Demokrasi

Ketua Bawaslu Sulut menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun demokrasi yang partisipatif dan sehat.

“Demokrasi tidak bisa diawasi oleh satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Penutup Penuh Makna

Acara ditutup menjelang waktu berbuka puasa dengan suasana keakraban. Semangat kolaboratif terasa nyata, membawa harapan baru akan lahirnya Pemilu yang lebih transparan, bersih, dan bermartabat di masa depan.

Kpksigapa/Redaksi
Robby Wowor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *