Potensi Kelambi Duri Banjar: Penghasil Kapas Sutra Penyerap Minyak Laut dan Bahan Tekstil Ekspor, Terganjal Modal
BANJAR, KPK sigap 14 April 2026
Potensi ekonomi kerakyatan yang belum tersentuh maksimal oleh dukungan pembiayaan kembali menjadi sorotan seorang pegiat pemberdayaan di Kota Banjar, Jawa Barat. Ir. Oswan Kurniawan, sosok yang dikenal memiliki jiwa pantang menyerah dan peduli terhadap lingkungan, menyoroti besarnya peluang yang dimiliki tanaman asli Indonesia, yaitu pohon Kelambi Duri atau yang dikenal menghasilkan Kapas Sutra.
Dalam kunjungan awak media ke kediamannya pada Senin (13/04/2026), Oswan memaparkan berbagai hasil kreasi dan penelitiannya. Salah satu fokus utamanya saat ini adalah pengembangan budidaya Kelambi Duri beserta produk pendukungnya berupa media tanam Kompos Plus yang cocok untuk berbagai jenis tanaman hortikultura maupun sayuran.
Permintaan Tinggi, Terhambat Modal
Menurut Oswan, minat pasar terhadap produk Kelambi Duri sebenarnya sangat besar. Dirinya mengaku sudah menerima banyak permintaan hingga tawaran kontrak kerja sama. Namun, realisasi bisnis tersebut belum bisa berjalan maksimal lantaran keterbatasan modal usaha.
“Sebenarnya sudah banyak yang pesan, bahkan ada yang minta kontrak. Tapi sayangnya belum bisa terwujud karena kita kekurangan modal,” ungkap Oswan dengan nada prihatin.
Ia menilai, tanaman Kelambi Duri sebenarnya sangat mudah dibudidayakan di tanah Indonesia. Hanya saja, menurutnya, diperlukan kepastian regulasi dan perhatian lebih dari pemerintah agar komoditas ini bisa dikembangkan secara massal dan terstruktur.
Pengalaman Sebelumnya: Sulit Dapat Tindak Lanjut
Dalam perbincangannya, Oswan yang telah lebih dari 10 tahun mendalami potensi tanaman ini mengaku enggan untuk terus meminta-minta bantuan ke pemerintah. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pengalaman di masa lalu.
Diceritakannya, sebelumnya dirinya pernah didatangi atau melaporkan potensi ini ke dinas terkait. Namun sayang, kunjungan dan diskusi tersebut tidak berlanjut pada bentuk dukungan nyata atau tindak lanjut yang konkret.
“Saya agak tabu untuk minta-minta. Pernah dulu didatangi dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Padahal kalau ini dikembangkan serius, bisa jadi sumber devisa negara yang besar,” tegasnya.
Multifungsi: Penyerap Tumpahan Minyak hingga Tekstil
Keunikan dan keunggulan Kelambi Duri tidak main-main. Menurut penelitian dan uji coba yang pernah dilakukan Oswan, serat kapas sutra dari tanaman ini memiliki daya serap yang sangat tinggi. Salah satu fungsi krusialnya adalah sebagai alat alternatif untuk mengantisipasi dan menangani tumpahan minyak di laut.
“Saat ada limpahan atau tumpahan minyak di lautan lepas, kapas sutra ini bisa dihamparkan. Bahannya mampu menyedot minyak dengan efektif. Ini sudah pernah kami uji coba,” jelasnya.
Selain fungsi lingkungan, hasil olahan Kelambi Duri juga memiliki nilai ekonomi tinggi di sektor tekstil. Seratnya dapat diolah menjadi kain dengan kualitas yang sangat baik dan memenuhi standar ekspor, sehingga berpotensi menembus pasar mancanegara.
Di tengah potensi yang luar biasa tersebut, harapan Oswan semata agar komoditas asli Indonesia ini tidak mati suri dan bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat serta kemajuan ekonomi daerah.
Penulis: By. Mamat Rahmat
Editor Mursyidi



