SOPPENG,KpkSigap.com- // Menjahit salah satu hobby atau kegemaran yang tersaji dan tersalurkan dalam hati kita yang ingin berusaha secara mandiri dan berkesinambungan untuk memajukan perekonomian dan matapencaharian dalam kehidupan suatu keluarga atau rumah tangga kita.
H.Sunardi salah seorang penjahit yang sudah melanglang buana dari daerah ke daerah lain di luar kabupaten Soppeng, dimana ia di lahirkan dan di besarkan di kabupaten Soppeng, tepatnya di jalan merdeka kabupaten Soppeng.
H Sunardi, mengatakan ke awak media bahwa, sejak kecil saya suka melihat orang tua saya sedang menjahit baju dan celana saya yang robek, sejak itu saya meniru dan berminat menekuni menjahit pakaian saya sendiri jika ada yang robek, Tammat SMP saya salurkan bakat saya menjahit hingga saya menjadi dewasa seperti saat ini.
“Awal mulanya saya merintis hobby saya ini sejak tahun 1986 alhasil hingga masih bertahan sampai sekarang, dimana teman saya sesama penjahit sudah pindah dan beralih ke bisnis yang lain,”ucapnya.
“Saya tetap bertahan dan menjahit di Pusper ( Pusat Perbelanjaan ) di Kabupaten Soppeng tepatnya di jantung kota Soppeng, stand saya pernah di lantai 2 di Pusper Soppeng, dengan mengikuti pergantian jaman perputaran keuangan makin merosok,maka saya pindah di lantai dasar Pusper Soppeng.
Disinilah di lantai dasar Pusper Soppeng saya memilih tempat ini, gampang di lihat pengunjung jika ada yang datang ke Pusper berbelanja dan melihat stand saya di Pusper no 13.urainya.
“Jika musim Hari besar seperti 17 Agustus di sinilah kami biasa kebanjiran pesanan da. terkadang saya mendapatkan pesanan yang banyak dari instansi pemerintah kabupaten Soppeng,sekolah, wiraswasta, organisasi , umum dan anak sekolah,semua saya ladeni dengan sabar, ketekunan dan penuh kepercayaan kepada siapapun yang pergi menjahit ke stand saya ini, tapi terkadang ada yang mengatas namakan organisasi tapi pesanan baju belum di ambil, jadi saya merasa rugi kalau ada pesanan belum di ambil sampai berbulan-bulan juga belum di ambil,” ungkapnya.
“Jika hari besar atau idul Fitri biasa banyak saya menerima pesanan jahitan yang order dan mencapai omset atau pendapatan senilai 35 juta perbulan,tapi sekarang saat ini, sepi yang menjahit hingga pendapatan kami menurun sangat drastis, harapan saya kedepan semoga kami ini sebagai pelaku UMKM bisa di perhatikan dan di fasilitasi agar usaha kami bisa maju dan berkembang sebagai Tukang Jahit yang masih sederhana alat mesin jahitnya, semoga ada pihak swasta bisa membantu kami dalam pengadaan mesin jahit yang serba modern saat ini, “tutupnya
Kpksigap.com – Red – Andi Rosha




