KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
PROBOLINGGO – Warga Dusun Bulak, Probolinggo, dikejutkan dengan penemuan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial Y (41) dalam kondisi mengenaskan di area persawahan pada Rabu pagi. Korban ditemukan tergeletak tak sadarkan diri dengan tubuh tertimbun tumpukan dedaunan.
Kronologi Penemuan
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Saksi mata terkejut saat melihat adanya sosok manusia yang tertutup sampah daun di tengah sawah. Saat diperiksa, korban ditemukan masih bernapas namun dalam kondisi kritis dengan luka serius di bagian kepala.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Dugaan Kekerasan Fisik dan Seksual
Berdasarkan pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), muncul dugaan kuat bahwa Y merupakan korban tindak pidana kekerasan. Selain luka hantaman di kepala, kondisi pakaian korban yang rusak saat ditemukan mengarah pada indikasi adanya kekerasan seksual.
“Kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Pakaiannya dalam keadaan rusak dan tubuhnya sengaja ditutupi dedaunan untuk menyembunyikan keberadaannya,” ujar salah satu sumber di lokasi kejadian.
Penyelidikan Kepolisian
Hingga saat ini, Satreskrim Polres setempat masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan pelaku di balik aksi keji tersebut. Garis polisi telah dipasang di lokasi penemuan, dan sejumlah barang bukti telah diamankan.
Pihak kepolisian juga telah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan, termasuk suami korban, guna menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan di area persawahan.
Langkah Kepolisian Saat Ini:
Melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Mengumpulkan bukti-bukti fisik di sekitar lokasi.
Memeriksa saksi-saksi kunci dan pihak keluarga.
Menunggu hasil visum medis untuk memastikan penyebab luka dan dugaan pelecehan.
Warga setempat berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku, mengingat kejadian ini menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan yang sering beraktivitas di sekitar area persawahan. Sumber berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)




