Kontradiksi Asal Kayu Gelondongan di Lokasi Banjir Bandang Tapanuli Selatan_
Tapanuli Selatan, SUMUT – KPKSIGAP.COM Pernyataan Kepala Desa (Kades) Anggoli, Oloan Pasaribu, terkait asal-usul kayu gelondongan yang menghantam Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dinilai bertolak belakang dengan hasil penelusuran dan penyelidikan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.
Oloan menyatakan mustahil jika kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang hingga meluluhlantakkan Desa Garoga berasal dari areal PT Tri Bahtera Srikandi (TBS). Namun, Dittipidter Bareskrim Polri menemukan 110 titik aktivitas penebangan atau pembukaan lahan di hulu Sungai Aek Garoga yang diduga menjadi penyebab banjir bandang.
“Perbedaan pernyataan antara Kades Anggoli dan Dittipidter Bareskrim Polri memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat,” kata sumber.
Banjir bandang yang menghantam kawasan Batang Toru dan sekitarnya bukan sekadar peristiwa alam yang datang tiba-tiba, namun ia membawa lumpur, batu, dan ribuan kayu gelondongan.
“Masalah banjir bandang dengan kayu gelondongan bukan semata soal ‘sungai mana’ atau ‘wilayah siapa’, namun ini adalah soal ekosistem hulu yang rusak secara sistemik,” kata analis lingkungan.
Publik kini menunggu hasil pengungkapan resmi aparat penegak hukum terkait pihak-pihak yang bertanggung jawab atas banjir bandang disertai kayu gelondongan di kawasan Tapanuli.
*UPDATE*: Bareskrim Polri telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat.
Reporter satria
Editor Mursyidi




