NTT kpksigap.com
Soe,Jurnal Sepernas.
Kepala SD Inpres Loli kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timor (NTT) terkesan tidak mau terbuka dan kooperatif dengan para dewan guru sehinggac tidak ada kerja sama antara kepala sekolah dan dewan guru.
Segala urusan didominasi oleh kepala sekolah misalkan dalam rapat rapat para guru tidak bisa memberikan saran usul karena materi rapat sang kepala sekolah telah diatur rapih dr rumah, saat rapat hanya membacakan dan para guru sebatas mendengarkan saja .
Kondisi tersebut menyebabkan munculnya rasa jenuh dan tidak maksimalnya
para guru bekerja.
Salah seorang pengurus komite SD Inpres Loli saat di konfirmasi oleh tim media ini mengakui ada kesan bahwa kepala sekolah yang berinsial “J ” orangnya sangat tertutup dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepsek sehingga kadang menghambat kelancaran Kegiatan pembangunan mau pun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan kegiatan kegiatan lainnya.
Bahkan dalam Rapat penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) selama J menjadi kepala sekolah bertahun tahun baru satu kali dilakukan dan itupun materi rapat telah di susun dan atur di rumahnya sehingga ketika di adakan rapat semua dewan guru dan Komite Sekolah hanya bisa mendengar tanpa usul saran karena kepsek beralasan bahwa semua yang dia cantumkan materi rapat tersebut telah dikonfirmasikan dengan Dinas
P&K Kabupaten TTSl sehingga tidak bisa di rubah lagi karena nanti sudah salah dalam hitungan.
Salah seorang dewan guru yang tidak ingin di sebutkan namanya kepada media ini mengatakan bahwa selama bertahun- tahun ia menjadi guru biasanya RKAS di raparkan bersama oleh dewan guru, Komite sekolah dan kepala sekolah kemudian baru menyusun RKAS.
Guru guru harus dilibatkan karena mereka yang tahu berbagai kebutuhan sekolah demi kelancaran KBM. Lebih lanjut sang guru tersebut mengisahkan bahwa selama ia menjadi guru baru pertama kali ia temukan di kepala sekolah di SD INPRES Loli ini RKAS disusun/ dirancang sendiri oleh kepala sekolah .
Guru tersebut
meminta melalui Media ini untuk menyampaikan keluhan mereka kepada Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk dapat memanggil dan mengarahkan kepala sekolah tersebut sehingga tidak membawa dampak buruk pada kegiatan sekolah.
Pantauan media ini tentang perekrutan guru honor pun itu atas inisiatif kepsek sendiri dengan tidak ingin di rapatkan bersama dewan guru.
Termasuk Gonta ganti operator sekolah yang di lakukan kepsek hampir setiap triwulan sehingga ketika ada upaya konfirmasi tim media kepada salah satu mantan operator membenarkan bahwa memang dia di angkat/di rekrut berdasarkan Surat Keputusan(SK) tapi ketika di ganti tidak ada konfirmasi kepala sekolah kepada operator tersebut.
Sehingga operator yang di konfirmasi tim media mengatakan dia lebih memilih keluar dari sekolah tersebut dari pada dia hanya bisa jadi boneka hidup di sekolah dibawah komando kepsek yg tertutup dan tidak kooperatif.
Bahkan ada informasi dari sumber tertentu bahwa kepsek selalu mengancam dewan guru untuk tidak boleh berkomentar karna jika mereka /guru berkomentar maka saya/kepseknakan laporkan mereka pada orangnya/ orang dalamnya di Dinas P&K untukn pindahkan.
Kepala sekolah juga selalu ganti ganto bendahara sekolah setiap tahun dan juga selalu berusaha untuk segala urusan menyangkut pembelanjaan Biaya Oprasional Sekolah( BOS) bahkan sering kepsek tersebut mengatakan bahwa ada aitem pekerjaan atau ada kebutuhan kebutuhan sekolah yang lain di belanjakan menggunakan uang pribadinya.
Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan besar dari para guru.
Kegiatan kegiatan tambahan/ektrakurikulerpun tidak banyak melibatkan dewan guru sehingga guru guru kadang hanya bersikap diam.
Maklon Angket sebagai pengurus komite dan warga masyarakat Loli merasa kesal atas kinerja kepala sekolah memang yang tidak transparansi dan kooperatif.
Maklon mengharapkan adanya iklim kerja yang baik antara kepala sekolah, dewan guru dan Komite sekolah sehingga berbagai kegiatan sekolah dapat berjalan dengan baik.
KPK SIGAP.Com- Maklon Angket


