Kegiatan Acara Edukasi dan Konservasi Lingkungan (OSOJI) Club Vs Relawan Sampah Plastik di Dam Koperan Banyuwangi

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Ringintelu, Banyuwangi – Destinasi wisata edukasi dan konservasi Dam Koperan Bks yang terletak di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kec.Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi Selatan, menerima tamu dari (OSOJI) Club Banyuwangi dalam ajang silaturohmi penelitian para penggiat dan sukarelawan lingkungan hidup bebas dari sampah.

 

Silaturohmi ini meliputi semua perwakilan anggota Osoji Club perkecamatan sekabupaten Banyuwangi, Yaitu Dr. Bintari dari Banyuwangi sebagai penggerak juga melibatkan perwakilan Dinas PU Pengairan Korsda Pesanggaran, Pitono, Diki yang menjabat sebagai pemangku, Pengendali pintu air dan kebersihan wilayah destinasi dalam pelayanan petani peguna air dan sumber kehidupan warga masyarakat di wilayah Bks 3 di Dusun Yudomulyo.

 

Gus memed panggilan akrab seorang sukarelawan yang di beri kepercayaan dari Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Secara ikhlas dalam mengelola destinasi wisata edukasi dam koperan sangat senang menerima rombongan dan merasa semangat karna masih ada penggiat penggiat lingkungan bersih yang mengedukasi dan membuka kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sampah dari aliran sungai juga sampah rumahan.

 

Dalam pertemuan Dr. Bintari vs Gus Memed saling bertukar pengalaman dan pendapat di lapangan betapa sulitnya membuka kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah, “Namun kita harus tetap melakukan tindakan nyata dan bersama sama yang pertama merubah kebiasaan diri sendiri dan keluarga kita untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah agar masalah tidak bertambah,” tuturnya Dr. Bintari dalam percakapan.

 

Gus memed juga menambahkan bahwa pengalamanya dalam 9 tahun mulai awal merintis dan mengembangkan program PU Pengairan di destinasi dam koperan, memang yang paling berat adalah mengendalikan sampah plastik maupun organik yang paling banyak dari aliran sungai, karna saya bersama pak juru Pitono dan juru Diki kami bertiga gak kenal waktu dalam 24 jam mengendalikan sampah hingga mengontrol debit dan keselamatan, pengamanan para pengunjung Dam Koperan.

 

Karena tidak banyak suka relawan juga hingga lembaga Desa yang aktif 24 jam beraktivitas tanpa gaji, hanya berbekal kepedulian,” tuturnya gus memed sambil tersenyum tipis penuh semangat.

 

Terakhir yang mengagetkan Gus Memed telah membagi atau mewakofkan tenaganya untuk Destinasi Dam Koperan hingga selama ini gratis tanpa gaji, “Karena tanggung jawab kepercayaan dan kepedulian hatinya dalam membersihkan lingkungan Dam koperan agar terus bermanfaat untuk masyarakat umumnya.” Ujarnya gus memed kepada Tim Media Kpk Sigap.

 

Harapan kedepan sukarelawan Dam Koperan dan OSOJI CLUB juga perwakilan PU Pengairan wilayah Korsda Pesanggaran Bks 3 Dusun Yudomulyo, akan lebih memfokuskan kegiatan rijik-rijik sampah di wilayah yang sudah di targetkan untuk lebih banyak membuka hati masyarakat dalam membentuk jiwa jiwa yang sadar lingkungan terkait ancaman bahayanya sampah apa lagi di aliran sungai.

 

Semoga ini jadi sebuah catatan ilmu juga mata hati yang tertutup yang membuat kerusakan alam dan habitat sungai yang terancam karna ulah kita bersama sembarangan membuang sampah tidak pada tempatnya. (OSOJI) Yang artinya bersih-bersih atau rijik-rijik (Bahasa Osing) Daerah Kabupaten Banyuwangi.

 

Dalam Slogan Osoji Cub, 1.Malu Buang Sampah Sembarangan, 2.Sampah tanggung jawabku, 3.Isun Isin Kadung Buang Romot Sembarangan

 

Semoga slogan ini menjadi pengingat kita bersama seluruh lapisan masyarakat agar Kabupaten Banyuwangi, kalau betapa kuatnya pengaruh sampah dalam lingkungan kita dan sampah plastik khususnya bisa mengancam sumber kehidupan manusia.

 

Gus Memed akrab di panggil di Dam Koperan, juga mengajak pemerintah Kabupaten Banyuwangi (Bupati) juga jajaranya, para relawan, yang berkaitan dengan pengendalian sampah dan kegiatan dalam membuka, kesadaran masyarakat tentang dampak bahayanya sampah, agar tidak menjadi ajang selfi dan viral di media sosial saja, namun juga menjadi tanggung jawab nyata dan ikhlas dalam melaksanakanya.

 

Agar bisa terwujud nama besar Banyuwangi yang dalam artinya (Banyu air, Wangi harum) Jangan sampai sungai-sungai dan sumber daya air di daerah kita menjadi kotor, tercemari, penuh sampah dan tidak berbau harum. Sumber Berita: (Red Saifuloh – Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *