Jemaat Gereja Eklesia Loli Tolak SK SINODE : Mutasi Pendeta.

Soe NTT
kpksigap.com.
Jemaat Gereja Eklesia Loli, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NNT) melakukan aksi penolakan terhadap SK Mutasi Sinode Kupang   atas dimutzsikanya  pendeta Imelda Tunliu karena dengan  alasan   belum selesai masa jabatannya dan ada beberapa tahapan pembangunan gereja yang pendeta menjadi motor penggerak utama.
Penolakan tersebut juga didasari alalasan bahwa  tidak ada konfirmasi antara pihak Sinode  dengan  anggota  majelis dan jemaat di Gereja Eklesia Lol sehingga
anggota jemaat  dan  badan  pengurus jemaat gereja tersebut tetap bersikukuh  melakukan penolakan dengan berbagai alasan.
Marten Mella, salah seorang tokoh masyarakat dan jemaat setempat, ketika dihubungi oleh media ini mengisahkan bahwa  Gereja GMIT  yang ada di Desa Loli pada masa   yang para orang tua kami  belum mengenal yang  namanya pendeta namun Orang tua kami memiliki pemahaman dan  kesadaran iman sendiri  yang tinggi demi membangun organisasi gereja,”.
Lebih lanjut,  Marten mengatakan bahwa adalah  sangat berkeberatan jika  gereja mereka sudah  dan selalu diatur oleh Gemit. Kami  sangat mengharapkan agar  pihak Sinode  tolong dengar pendapat kami. Namun jika hanya ingin  untuk mendengar masukan sekedar  dari  pihak lain  maka lebih baik  Sinode memutuskan hubungan kerja dengan  gereja kami dan  jangan marah jika  suatu ketika  kami sebagai jemaat juga memutuskan hubungan kerja dengan pihak Sinode. Perlu dipertimbangkan bahwa antara  gereja/ jemaat  dan tugas sang  pendeta yang dimutasikan itu  masih  tersisa beberapa tahapan pekerjaan dan pelayanan yang belum tunta.  Alih-alih Sinode mengeluarkan SK mutasi tanpa konfirmasi dengan jemaat. Setahu kami SK pendeta saat ini baru akan berakhir tahun 2026. Namun ada apa dengan pendeta kami, sehingga dipindahkan tanpa sepengetahuan kami sebagai anggota jemaat  di Gereja Eklesia Loli, sekaligus sebagai tokoh masyarakat, tanya Marten kesal. Jika memang pendeta yang bersangkutan  ada kesalahan, tolong pihak Sinode sampaikan juga  kepada jemaat Gereja sehingga jelas  permasalahannya tanpa menimbulkan berbagai polimik.
Marten  bersama para anggota jemaat yang lain akan menyampaikan keberatan  kepada Klasis, supaya disampaikan pernyataan sikap penolakan mereka  kepada Sinode. Apabila tidak direspon, maka  jemaat tidak akan terima pendeta baru di gereja Ekeksi.
“Jadi kami tidak akan melakukan acara serah terima pendeta, karena pendeta kami baru akan selesai masa jabatannya pada tahun 2026,” terang Marten.

Sementara itu, Festus Manu salah seorang jemaat  telah melakukan pendekatan dengan ketua klasis Sadrak Malailak demi mendiskusikan persoalan tersebut.

Festus mengatakan, permintaan kepada  ketua Klasis  tersebut, bukan sebagai bentuk provakasi atau intervensi jemaat namun demi mencari solusi yang terbaik karena anggota Jemaat mengancam akan menemui pengurus Sinode di Kupang untuk menyampaikan alasan penolakan SK dan tidak bersedia  untuk melakukan serah terima pendeta.  Festus juga meminta kesediaan   Maklon Angket sebagai wartawan  KPK- SIGAP. COM. untuk  mempublikasikan berita terkait hal tersebut secara  transparan agar pihak lain tidak  berpendapat bahwa ada  provokasi dan intervensi dari jemaat terhadap Sinode . Lebih lanjut, Festus menjelaskan bahwa disaat pertemuan tersebut  ketua klasis menyampaikan bahwa  terjadinya  mutasi  pendeta atas nama  Imelda Tunliu itu atas inisiatif Majelis Sinode dan dirinya selaku ketua  Klasis  tidak mengetahui, pihaknya cuma menjalankan tugas menyampaikan kepada Pdt Imelda Tunliu untuk segera pindah.
Naomi Nenoliu, salah seorang ibu rumah tangga yang juga anggota jemaat  ikut angkat bicara  bahwa kami sesama  anggota jemaat gereja Eklesia Loli menolak SK mutasi dari pihak Sinode tersebut.
Rekaman  media ini menunjukan bahwa  berbagai pihak sangat mengharapkan agar segera ada jalan keluar yang baik sehingga situasi menjadi aman dan damai  dalam masa persiapan menyambut perayaan Natal.

Loli Kupang
(Maklon, Yohanes)
KPK- SIGAP.Com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *