Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), kembali menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani dengan turun langsung ke lapangan dalam kegiatan panen raya padi sawah di Desa Touliang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi wujud nyata dari pendekatan kepemimpinan yang responsif dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Gubernur YSK menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan menyerap langsung keluhan, tantangan, dan aspirasi para petani. Melalui akun media sosial resminya, ia menyatakan, “Saya hadir bukan sekadar simbolis. Saya ingin mendengar langsung suara rakyat. Ketahanan pangan tidak bisa dibangun dari ruang rapat, tetapi dari sawah dan ladang bersama para petani.”
Dalam dialog terbuka bersama petani, terungkap beberapa kendala yang dihadapi kelompok tani, seperti kebutuhan alat panen modern dan kondisi jalan tani yang rusak. Infrastruktur yang buruk tidak hanya menyulitkan distribusi hasil panen, tetapi juga menurunkan kualitas serta nilai jual produk pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur YSK langsung menginstruksikan Dinas Pertanian serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulut untuk melakukan pendataan dan segera menindaklanjuti keluhan petani. “Kita tidak bisa lagi menunda. Petani butuh solusi nyata, bukan janji kosong,” tegas YSK di hadapan warga.
Langkah cepat dan responsif Gubernur ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang mewajibkan pemerintah daerah menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan masyarakat.
Pendekatan langsung dan dialogis ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama dalam visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur YSK tidak hanya hadir untuk panen, tetapi untuk menanam kepercayaan—bahwa pemerintah hadir di tengah rakyat, mendengar, dan bertindak.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi pemimpin daerah lain untuk membangun komunikasi yang tulus, kebijakan yang berakar dari suara rakyat, dan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
kpksigap.com Berbeda dengan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung oleh partai politik, pasangan perseorangan di tentukan dengan syarat dukungan masyarakat lewat kartu tanda […]
*Tiga Srikandi Bajugan Berebut Kursi Kepala Desa di Pilkades 2025* *Tolitoli, Jumat 3 November 2025* Kpksigap.com. – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bajugan, Kecamatan Galang, Kabupaten […]
Manado, kpksigap.com, Jumat, 17 Oktober 2025. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) […]