*KPK SIGAP,com Manggarai Timur – // Duta Besar (Dubes) Irlandia untuk Indonesia yang diwakili oleh Eira McDermott selaku Deputy Head of Mission, Embassy of Irland in Indonesia bersama Direktur Yayasan Ayo Indonesia ( YAI) ,Tarsi Hurmali melaksanakan kunjungan kerja ( kungker ) ke Kabupaten Manggarai Timur- Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) , Senin, 12/5/2025.
Dalam siaran pers bagian Protokol dan Kominfo Kabupaten Manggarai Timur yang diterima media ini ,Rabu malam 14/5/2025 menyebutkan, Wakil Bupati Manggarai Timur (Wabub Matim), Tarsisius Syukur, S.S., menerima kunjungan kerja Duta Besar Irlandia untuk Indonesia yang diwakili oleh Eira McDermott selaku Deputy Head of Mission, Embassy of Ireland in Indonesia.
Wabub Matim didampingi Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur, Mathias Mingga dan jajaran, Direktur Yayasan Ayo Indonesia, Tarsi Hurmali menggelar pertemuan di ruang kerja Wabub Matim di Lehong-Matim.
Kunjungan kerja perwakilan Dubes Irlandia bersama Yayasan Ayo Indonesia ini merupakan bentuk kerja sama yang dibangun antara Pemda Manggarai Timur bersama Yayasan Ayo Indonesia yang didukung oleh Kedutaan Besar Irlandia dalam rangka pendataan penyandang disabilitas di Manggarai Timur.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan akrab tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi untuk kerja sama yang telah terbangun dan terbina antara Pemda Manggarai Timur, dalam hal ini Dinas Sosial, dan Yayasan Ayo Indonesia dalam pendataan kaum disablitas di Manggarai Timur.
“ Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengapresiasi kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Sosial dengan Yayasan Ayo Indonesia yang telah terjalin baik selam ini . Semua warga Manggarai Timur tanpa terkecuali, berhak untuk mendapatkan pelayanan yang sama dari Pemerintah Daerah. Kaum disabilitas selama ini kurang mendapatkan perhatian karena belum terdata dengan baik,” tutur Wabub Matim .
Bersama YAI, telah dilaksanakan pendataan dan telah berhasil mencatat total sementara 1.961 penyandang disabilitas yang tersebar di 154 desa kelurahan. Harus diakui masih ada 22 desa dari 176 desa kelurahan yang belum memasukan data, tetapi kami berkomitmen untuk sesegera mungkin merampungkan data tersebut.
Wabup Tarsi menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia data awal tentang jumlah penyandang disabilitas di Manggarai Timur dan ini tentunya akan menjadi dasar yang baik untuk pengambilan keputusan pembangunan yang akan berdampak bagi semua warga Manggarai Timur.
“Pendataan ini adalah langkah konkret menuju Kabupaten Manggarai Timur yang lebih inklusif, di mana semua warga, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, mendapat ruang yang adil, akses yang layak, serta kesempatan yang sama dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini , Ketua Yayasan AYO Indonesia, Tarsisius Hurmali, menekankan akurasi data merupakan fondasi utama dalam merancang program yang sesuai kebutuhan difabel.
“Sebelumnya, data hanya berasal dari laporan desa kepada Dinas Sosial. Sekarang, kami latih masyarakat setempat untuk melakukan pendataan karena mereka lebih memahami kondisi penyandang disabilitas di lingkungan mereka sendiri,” terang Tarsisius.
Pelatihan enumerator ini mencakup 176 desa dan kelurahan di 12 kecamatan. Mereka dibekali dengan teknik pengisian data melalui aplikasi yang telah dikembangkan Yayasan AYO Indonesia, sekaligus memahami kategori disabilitas yang beragam.
Program ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Wakil Bupati Tarsisius Syukur menyatakan bahwa dengan data yang lebih akurat, intervensi pemerintah akan lebih tepat sasaran.
“Kami sudah menerima data dari 154 desa, dengan jumlah penyandang disabilitas mencapai 1.961 orang. Sisanya masih dalam proses input. Harapan kami, semua warga difabel terdata dan tidak ada yang terabaikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Matim, Matias, menambahkan bahwa program pendataan ini bukan semata untuk administrasi, tetapi untuk memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas diakui dan dipatuhi oleh pemerintah.
KPK sigap red Adrianus Jehamat




