Pemalang, kpksigap.com – // Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian petani lokal, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Genta Pangan Kabupaten Pemalang menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan pupuk organik cair, Rabu (15/5/2025). Acara berlangsung di Sekretariat DPD Genta Pangan Pemalang dan diikuti oleh sekitar 50 peserta dari perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pemalang.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari program Gerakan Tani Kemandirian Pangan (Genta Pangan) yang digagas sebagai solusi atas tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan mahalnya biaya produksi.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Penjabat DPW Genta Pangan Jawa Tengah Sujarwo, Bendahara Umum Provinsi Darko, Ketua Kecamatan Taman Saefudin, serta Ketua DPD Genta Pangan Pemalang, Kuntoro, selaku penyelenggara kegiatan. Turut serta pula Sekretaris DPD Siswoyo dan Bendahara Diyantoro dalam memandu jalannya acara.
Dengan tema “Sosialisasi Klinik Tani dan Pemanfaatan Pupuk Organik”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari dua produsen pupuk organik, yakni PT Paman Tani dan CV Bio Mantap. Materi disampaikan oleh Manajer Klinik Tani Agro Lintang Kemerlip, Slamet Riyanto, serta formulator CV Bio Mantap, Wisnu Sudibyo.
Dalam paparannya, Sujarwo menekankan pentingnya memberikan keleluasaan kepada petani untuk memilih jenis pupuk yang sesuai dengan karakteristik tanah masing-masing. “Petani adalah pihak yang paling tahu kondisi lahannya. Maka, mereka juga yang paling paham kebutuhan pupuknya. Kami hanya memberi referensi, bukan memaksakan pilihan,” tegasnya.
Wisnu Sudibyo mengungkapkan optimisme terhadap masa depan pertanian berbasis organik. “Produk kami sudah legal sejak 2014 dan digunakan secara luas di berbagai daerah. Dengan adanya program Genta Pangan, kami yakin petani di Pemalang bisa lebih mandiri dan sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPD Genta Pangan Pemalang, Kuntoro, menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini menjadi titik awal perubahan pola tanam di daerah. “Kami ingin membawa petani Pemalang menuju era baru pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan dan menguntungkan,” ujar Kuntoro.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta, terutama karena disertai sesi presentasi langsung dari masing-masing produsen pupuk. Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, diharapkan para petani bisa memahami manfaat pupuk organik secara menyeluruh dan menerapkannya di musim tanam mendatang.
Jika Anda ingin versi cetak, siaran pers singkat, atau infografik berita ini, saya siap bantu buatkan.
Pada Senin, 15 September 2025, wilayah Bali masih dilanda dampak banjir yang terjadi sejak 10 September 2025. Salah satu awak media Bali insight news melakukan […]
Langkat ( Sumut ) kpksigap.com Resah dengan kondisi didesa akibat maraknya pencurian buah kelapa sawit, judi ikan dan narkoba membuat puluhan warga Desa Raja Tengah […]