DIDUGA TERDAPAT PENGONDISISIAN BERULANG proyek – proyek ANJUNGAN – BENGKAYANG- JAGOI BATAS SARAWAK DAN SINGKAWANG – BENGKAYANG PAKAI PERUSAHAAN BERBEDA, ORANGNYA ITU-ITU SAJA

DIDUGA TERDAPAT PENGONDISISIAN BERULANG proyek – proyek ANJUNGAN – BENGKAYANG- JAGOI BATAS SARAWAK DAN SINGKAWANG – BENGKAYANG PAKAI PERUSAHAAN BERBEDA, ORANGNYA ITU-ITU SAJA, MINI KOMPETISI DINILAI DISULAP JADI PENUNJUKAN TERSAMAR

KPKSIGAP.COM KAL-BAR,Bengkayang 03 Desember 2025. Sejumlah proyek konstruksi di Ruas Anjungan – Bengkayang – jagoi batas Sarawak. singkawang – Bengkayang. dan Sambas – Bengkayang diduga kuat berjalan tanpa persaingan yang sehat. Penelusuran dan pengakuan sejumlah sumber menunjukkan pola yang sama: beberapa paket pekerjaan dimenangkan oleh orang atau kelompok yang sama, tetapi menggunakan perusahaan berbeda untuk seolah-olah memenuhi syarat kompetisi.

Mini kompetisi — yang sejatinya didesain untuk mempercepat pengadaan — justru ditengarai dimanipulasi menjadi kedok formal penentuan pemenang. Di atas kertas terlihat seolah ada persaingan, namun di lapangan proyek jatuh ke tangan kelompok orang yang sama secara berulang.

Sorotan kini mengarah pada Kepala Satker Wilayah 2, yang dinilai publik memiliki kendali kunci atas penentuan peserta undangan dan hasil evaluasi mini kompetisi.

■ Fakta Pola Berulang yang Menguatkan Dugaan Rekayasa

Dari informasi yang dihimpun tim investigasi, pola-pola berikut berulang pada beberapa paket pekerjaan:

🔥 Peserta mini kompetisi dibatasi dan berasal dari lingkaran perusahaan yang saling terhubung
🔥 Pemenang berbeda antar paket, tetapi dikendalikan oleh orang yang sama
🔥 Peralatan dan tenaga kerja pemenang sudah berada di proyek sebelum pengumuman resmi
🔥 Pada beberapa proyek, tim lapangan bekerja dengan orang yang sama dan hanya mengganti identitas perusahaan

Salah satu sumber mengatakan:

“Kalau perusahaan beda tapi kendali proyeknya sama, itu bukan kompetisi — itu permainan. Kita semua di lapangan tahu siapa yang akan menang bahkan sebelum dokumen dibuka.”

Sumber lain yang sempat mengawal tahapan pengadaan menyebut:

“Pemenangnya ditentukan dulu, baru mini kompetisi dibuat. Yang lain masuk hanya supaya terlihat seolah ada persaingan.”

■ Metode Mini Kompetisi Dinilai Berubah Fungsi

Mini kompetisi hanya dapat berjalan sehat jika penyedia yang diundang benar-benar independen satu sama lain. Namun fakta lapangan memperlihatkan pemanfaatannya untuk membungkus penunjukan langsung dengan prosedur administratif.

Yang paling dipersoalkan publik adalah:

seleksi peserta ditentukan sepenuhnya oleh Satker

tidak ada publikasi siapa saja perusahaan undangan

evaluasi berlangsung tertutup tanpa transparansi

Dengan celah sebesar itu, mini kompetisi disebut pengamat sebagai “lahan subur pengondisian pemenang.”

■ Regulasi Menegaskan Larangan Keras Pengaturan Pemenang

Ketentuan pengadaan pemerintah jelas dan tanpa celah multitafsir:

🔺 Perpres 16/2018 Pasal 6: pengadaan harus bersaing, adil, transparan & tidak diskriminatif
🔺 Peraturan LKPP 12/2021: mini kompetisi wajib melibatkan peserta independen & dilarang diarahkan
🔺 UU Tipikor: persekongkolan tender yang merugikan negara termasuk tindak pidana korupsi

Dengan demikian, jika benar pemenang diarahkan melalui perusahaan berbeda tetapi kendali yang sama, maka indikasi pelanggaran sangat serius, bukan sekadar kesalahan administratif.

■ Tuntutan Publik Semakin Keras

LSM lP3KRI,Albert Hidayat angkat bicara tentang pengunaan dana publik tentu harus lah tepat sasaran.

Tokoh masyarakat BERNADUS DOYE S.H M.H

meminta PRESIDEN RI PRABOWO SUBIANTO segera turun untuk mengambil langkah dalam persoalan publik tentang kenakalan persekongkolan kepala satker wilayah 2 Kalimantan barat.

dengan di terbitkan berita ini publik berharap APH dan KPK turun tangan untuk menyelidiki kebenaran terkait persekongkolan berencana yang di lakukan pihak satker wilayah 2 kal-bar,terkait dugaan penyimpangan yang menjadi sorotan aktivis dan tokoh masyarakat yaitu pengawasan tentang pengunaan dana publik oleh oknum satker wilayah 2 kal-bar, bersekongkol dengan pelaksana pelaku jasa konstruksi, publik mendesak:

Audit menyeluruh seluruh proyek di Ruas Anjungan – Bengkayang – jagoi batas Serawak, Bengkayang – Singkawang.dan Sambas – Bengkayang.

Pemeriksaan independen terhadap Satker Wilayah 2

Investigasi keterkaitan kepemilikan dan operasional perusahaan peserta

Penelusuran hubungan profesional & finansial antara pemenang dan pihak berwenang

Sejumlah tokoh pengadaan bahkan menilai situasi sudah melewati tahap “dugaan” karena pola, orang, dan mobilisasi alat telah menjadi bukti kuat di lapangan.

■ Pihak Satker Wilayah 2 Diam

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Satker Wilayah 2 tidak memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi berulang yang dilakukan tim redaksi melalui surat resmi, pesan, dan sambungan telepon.

Keterdiamannya justru membuat publik semakin bertanya-tanya:

benarkah pengondisian terjadi?

mengapa pola yang sama dibiarkan berulang?

apakah ada kepentingan tertentu di balik mini kompetisi?

■ Penutup

Ruas Anjungan – Bengkayang -jagoi batas sarawak,singkawan – Bengkayang dan sambas – Bengkayang adalah proyek vital untuk konektivitas masyarakat dan ekonomi daerah. Karena itu, pengadaan harus steril dari permainan dan kepentingan kelompok. Jika benar ada “kelompok orang” yang menang berkali-kali dengan “bendera perusahaan berbeda”, maka negara bukan hanya dirugikan — tetapi dipermainkan.

Redaksi akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan membuka ruang klarifikasi resmi dari seluruh pihak terkait.

Reporter Damianus eko
Editor Mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *