Blitar | Kpksigap.com — Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar kembali menggelar pelatihan pengolahan menu seimbang sebagai upaya berkelanjutan dalam mencegah stunting. Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pelatihan tahun ini dilaksanakan dengan melibatkan ibu-ibu Pokja PKK, Kader Posyandu, serta para ibu balita yang menjadi sasaran utama peningkatan pengetahuan gizi keluarga. Keterlibatan masyarakat secara langsung diharapkan mampu memperkuat gerakan pencegahan stunting dari tingkat desa.
Kepala Desa Kaulon, Jais, S.Pd., mengatakan bahwa perhatian terhadap pencegahan stunting menjadi prioritas pembangunan desa. “Kami memberikan perhatian khusus bagi upaya pencegahan stunting karena masa depan anak-anak sangat ditentukan oleh asupan gizi hari ini,” ujarnya, Jumat, (21/11/2025)
Menurut Jais, pelatihan ini telah terbukti mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama para ibu, mengenai pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang balita. Ia menegaskan bahwa pengetahuan itu harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar saat mengikuti pelatihan.

Pelatihan tersebut didampingi langsung oleh ahli gizi dari UPT Puskesmas Sutojayan dan Bidan Desa Kaulon. Keterlibatan tenaga kesehatan memastikan materi yang diberikan sesuai standar dan mudah dipahami peserta.
Materi pelatihan berfokus pada penyusunan dan penyiapan menu makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Peserta diajak untuk memanfaatkan bahan pangan yang mudah didapat di sekitar desa namun tetap memenuhi kebutuhan gizi.
PMT sendiri merupakan makanan tambahan yang berfungsi melengkapi nutrisi harian balita, bukan menggantikan makanan utama. Dengan menggunakan pangan lokal, pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para ibu tanpa menambah beban ekonomi.
Ahli gizi dalam kegiatan tersebut juga memberikan contoh langsung cara mengolah makanan sehat yang mudah dibuat. Peserta turut mempraktikkan beberapa menu yang direkomendasikan, termasuk olahan tinggi protein dan vitamin.
Jais menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi aspek penting dalam pencegahan stunting. “Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga mampu mengolah sendiri makanan bergizi dengan bahan-bahan dari lingkungan sekitar,” jelasnya.
Selain meningkatkan keterampilan ibu-ibu, pelatihan ini juga bertujuan memperkuat peran kader Posyandu sebagai penyuluh gizi di desa. Dengan pengetahuan baru, kader dapat lebih efektif memberikan pendampingan kepada warga.
Ia berharap pelatihan ini memberikan dampak nyata dalam penurunan angka stunting di Desa Kaulon. “Kami optimistis, dengan kerja sama semua pihak, angka stunting bisa terus ditekan,” kata Jais.
Kegiatan pelatihan akan terus dilakukan setiap tahun dengan evaluasi berkelanjutan agar program semakin tepat sasaran dan membawa manfaat luas bagi masyarakat, terutama bagi tumbuh kembang balita di Desa Kaulon.
Redaksi | Pramono


