KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Banyuwangi – Desa Ringintelu Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Kepala Desanya sudah mulai ter-exspos aksi kinerjanya, padahal dari awal Kades Budi Santoso yang menjabat sebagai orang nomor satu di desa Ringintelu atau kades yang akrap di panggil Pak Budi ini selalu turun langsung kemasyarakatnya untuk mencari tau sendiri apa yang menjadi keluhan-keluhan masyarakatnya.
Hingga sampai kepala desa rela mengantar masyarakatnya yang terlalu lama diperantauan pulang tanpa identitas yang jelas. Yang ahirnya datanya blank/kosong dan tidak ada identitas elektronik alias E-ktp, dari hasil pemantauan media diketahui kepala desa sangat peduli membantu kesulitan warganya.
Pada Saat bertemu Media Kpk Sigap sesaat setelah pulang dari mall pelayanan publik kabupaten Banyuwangi, Saat ngobrol bersama tim kpk sigap berkata-kata, “Dari mana pak kades budi..? Beliau menjawab, “Saya baru saja mengantar warga saya dan bercerita kepada kami yang sangat luar biasa atas pengabdian beliau kepada warga Desa Ringintelu yang di pimpinya.
Karena Kades Budi Santoso sudah rela untuk mengantarkan dan mendampingi warganya untuk mendapatkan identitas penduduk digital, dikarenakan warga tersebut datanya blank/kosong. Karena terlalu lama merantau dan tidak pernah pulang. Karna kalau data blank kata Kades Budi Santoso, Wajib datang langsung ke dispenduk capil untuk melakukan rekam biometrik.
Diketahui warga tersebut atas nama Ponijan, Warga Dusun Ringinmulyo, Rt 2/Rw 3, Dengan bantuan dari Pemerintah Desa melalui Kepala Desa, warga tersebut sudah sangat lega atas ke sigapan dan tanggung jawab Kades Budi Santoso sebagai orang tua warga Desa Ringintelu yang selalu berusaha menjalankan kewajibannya, agar semua warga memiliki data sesuai anjuran Pemerintah atau Negara.
Semoga Desa Ringintelu menjadi Desa yang taat administrasi juga warga tidak kesulitan perihal data diri dan kartu keluarga. Kepala Desa Ringintelu Budi Santoso, semoga menjadi tauladan untuk desa-desa lain di Banyuwangi agar selalu jemput bola kepada warga yang belum mengerti terkait data dan malu untuk bertanya ke desa. Sumber Berita: (Red Saifuloh- Tim Media Kpk Sigap)




