“Kegiatan ini langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Arief Restu.
Program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Polri, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Perhutanan, Inhutani, sektor swasta, serta para petani swadaya.
Agenda ini seperti dikatakan Menteri Pertanian RI juga digelar di beberapa daerah dengan target yang berbeda-beda.
“Selain itu, dalam rangka mendukung salah satu program Asta Cita Presiden Republik Indonesia nomor 2 yakni, memantapkan sistem pertahanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru,” katanya.
Kapolres Agam AKBP. Muhammad Agus Hidayat, S.H., S.Ik, menyampaikan, keterlibatan institusi Polri dalam program ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan.
“Kami ingin memastikan keamanan dan kelancaran program ini, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas,” katanya.
Penanaman jagung serentak ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan produksi jagung nasional untuk memenuhi kebutuhan domestik dan pasar ekspor.
Pada kesempatan tersebut, hadir dalam penanaman bibit, Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Basung, Fatchu Rochman, Kepala Kejaksaan Negeri Agam Burhan, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Agam, Fuadil Hulum, Pimpinan cabang bulog Bukittinggi Romi Victa Rose dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira.-




