*Buku Tabungan dan ATM KIP siswa berada di tangan operator sekolah SMP Taman Islam Cibungbulang Bogor

Kabupaten bogor-Kpksigap. Com
LSM barak Indonesia  Marcab Kabupaten Bogor, Bersama orang tua siswa yang mempunyai anak dikelas 8 dan 9 datangi Kepala Sekolah SMP Taman Islam Cibungbulang Bogor, Yanti (KepSek) dan Diki (operator),08/02/2025.
Ketua LSM barak Indonesia  Marcab Kabupaten Bogor Zulfa Rahmania, Mempertanyakan uang pencairan KIP. Salah satu siswa tersebut di potong untuk SPP bukan hanya tunggakan tapi yang belum tertunggakpun harus dibayarkan sampai bulan Maret 2025 yang jelas -jelas kegiatan belajar mengajarnyapun belum dilaksanakan, Sejumlah Rp 300.000 yang tertera di buku SPP hanya Rp 250.000, dari bulan November 2024 sampai dengan bulan februari 2025 ini buku tabungan dan ATM masih berada disekolah.
Menurut Diki (operator) sekolah saat dikonfirmasi bahwa apa yang dilakukan merupakan arahan dari Dinas Pendidikan kabupaten Bogor yaitu ibu Linda selaku pengurus KIP.
Saat dikonfirmasi 11 Februari 2024, Ketua LSM barak Indonesia .marcab Kabupaten Bogor bertemu dengan Ibu Linda selaku pengurus KIP Dinas Pendidikan, Dirinya tidak pernah mengarahkan, tapi uang KIP memang untuk kebutuhan sekolah, untuk Buku Tabungan dan ATM tidak dibenarkan berada disekolah harus dikembalikan ke siswa.
“Saya dan istri berharap uang KIP tersebut untuk membeli sepatu anak saya yang sudah bolong, tapi oleh sekolah di minta untuk pembayaran SPP yang belum tertunggak, juga pembayaran SPP anak yang kelas 9″ ucap Agus selaku orang tua siswa”.
Ditemukan pula bahwa anak dari pak Agus kelas 9 tersebut mendapatkan KIP, Keterangan Diki (operator) sekolah bahwa anak pak Agus kelas 9 tidak mendapatkan KIP, jelas keterangan yang diberikan bohong dari operator. Dan pihak sekolah meminta uang dari pencairan  siswa kelas 8 untuk pembayaran SPP kelas 9 dari anak pak Agus tersebut, sampai pencairan KIP dengan jumlah Rp.750.000, yang dibawa pulang hanya Rp.100.000.
“Kami LSM barak Indonesia marcab bogor  .akan meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupetan Bogor untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut”, ucap Zulfa Rahmania.
(Kpksigap Red.maulna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *