KPKSigap.com, Jakarta – Aktivis dan pegiat media Hotman Samosir, menyoroti Disertasigate di Universitas Indonesia (UI). Dia mewanti-wanti, jangan sampai Bahlil setitik, rusak UI sebelanga.
Bagaimana tidak, Universitas Indonesia yang notabene representasi dan barometer perguruan tinggi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia di kancah nasional maupun internasional marwahnya dibiarkan dirusak dan diacak-acak oleh oknum-oknum culas yang mengglorifikasi gelar akademik.
Aktivis dan pegiat media Hotman Samosir turut angkat bicara perihal skandal disertasi bodong tersebut. Dalam keterangan persnya kepada awak media, dia menyebutnya sebagai Disertasigate Bahlil – menjelaskan bahwa skandal ini bukanlah hal baru di dunia perguruan tinggi. Fenomena ini dianggap sudah menjadi kearifan lokal di dunia akademik, dan belum menjadi perhatian serius serta tidak dianggap kejahatan akademik luar biasa, di samping sanksinya minimalis dan bisa tawar-menawar.
“Selama ini kejahatan akademik dianggap kejahatan ringan, bahkan dimaklumkan di negara Indonesia. Sepatutnya, oknum-oknum sivitas akademika yang melakukan kejahatan akademik harus ditindak tegas dan dimasukkan ke daftar hitam (blacklist). Demi marwah perguruan tinggi, dalam kasus disertasigate Bahlil, tidak cukup hanya gelarnya dicabut, dan merevisi atau mengulang karya tulis ilmiah atau penelitiannya. Di samping itu, rektorat et al. dan para promotor harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya kepada awak media di kantornya, pada Rabu (12/3/2025).
Lebih lanjut, aktivis ini meminta pemerintah, Komisi X DPR-RI dan semesta masyarakat akademik agar lebih bersuara keras dan memberi atensi serius untuk menyelamatkan marwah pendidikan dan nama baik perguruan tinggi maupun standar akademik.
“Jangan sampai Bahlil setitik, rusak UI sebelanga. Disertasigate Bahlil kiranya sebagai pelajaran berharga bagi dunia perguruan tinggi dan untuk yang terakhir kali terjadi. Di samping menjadi momentum reformasi standar akademik dan tugas akhir karya tulis ilmiah atau penelitian di perguruan tinggi,” pungkas Hotman Samosir berharap sembari mengingatkan sivitas akademika, terutama Universitas Indonesia.
Di akhir keterangan persnya, aktivis ini mengingatkan rektorat dan jajarannya agar amanah dan bertanggungjawab menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Dia juga mewanti-wanti rektorat dan jajarannya jangan sampai masuk angin, “melacurkan kampus” dan membawa-bawa dunia perguruan tinggi ke dalam gelanggang politik praktis maupun ladang bisnis.
Sebagai informasi, Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (DGB-UI) menemukan beberapa skandal akademik (disertasigate) dalam disertasi Bahlil, seperti ketidakwajaran masa studi, plagiarisme dan pemalsuan data serta publikasi di jurnal siluman.
Sebelumnya, DGB-UI telah menemukan disertasi Bahlil melanggar empat standar akademik dalam sidang etik pada Jumat (10/1/2025), antara lain; Bahlil diterima dan lulus dalam masa waktu yang tidak wajar; Data diperoleh tanpa izin narasumber dan tanpa transparansi; Bahlil mendapatkan kemudahan bimbingan disertasi, perubahan mendadak penguji dan kelulusannya dipercepat; dan Promotor dan ko-promotor memiliki konflik kepentingan dengan kebijakan Bahlil selaku pejabat negara.
Ironisnya, rektorat dan jajarannya diduga masuk angin, dibuktikan dengan ketidaktegasan dalam menyelamatkan marwah UI dan standar akademik di perguruan tinggi. Di samping itu, beberapa Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA-UI) dan organ UI lainnya disorot tajam karena disinyalir adanya konflik kepentingan dalam kasus Disertasigate Bahlil.
Kupang, NTT KPK-SIGAP.com –// Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menyampaikan arah kebijakan atau Commander Wish […]