Pacar, KPK-SIGAP.Com – Kehadiran dua unit Usaha Dagang (UD) selaku pengecer baru pupuk bersubsidi menggantikan peran Pengecer Pupuk bersubsidi Kecamatan Pacar terdahulu, mendapatkan sambutan positif dari banyak pihak termasuk dari Camat Pacar, Ferdy Pelong.
Kepada media ini,
melalui sambungan telepon selulernya, Rabu malam (10/9/2025), Camat Ferdy, menyatakan sangat apresiasi dan terima kasih atas perjuangan Lembaga Monitoring Independen Nusa Tenggara Timur ( LMI-NTT) dan Media KPK-SIGAP, yang secara tidak langsung telah berhasil membantu pemerintah dan petani di wilayah yang dipimpinnya.
” Selaku Pemerintah tingkat Kecamatan Pacar, kami sungguh senang dengan kehadiran dua pengecer baru di Kecamatan Pacar. Hal ini tidak terlepas dari perjuangan LMI NTT dan KPK SIGAP dalam hal membantu para petani mendapatkan pupuk subsidi dengan harga yang wajar,” ungkapnya.
Bagi Camat Ferdy, kehadiran dua unit Usaha Dagang (UD) Sinar Pelita Pacar milik Fransiskus Hibur di Noa dan UD Susana Baru milik Yosep Din di Noa, Desa Compang, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT selaku pengecer baru pupuk bersubsidi untuk Kecamatan Pacar memiliki sejumlah arti positif .
Pertama ; Kehadiran kedua pengecer baru ini memberikan kemudahan akses bagi kurang lebih 3.000 petani penerima pupuk subsidi yang tergabung dalam 183 kelompok tani ( Poktan ) yang tersebar di 13 desa dalam wilayah Kecamatan Pacar.
” Ada kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pupuk dengan adanya pengecer baru.”
Kedua ; Semakin banyak pengecer akan semakin kompetitif dalam penyediaan pupuk berkaitan dengan soal harga. Kehadiran dua pengecer baru menurut Camat Ferdy sangat membantu para petani agar Pengecer tidak bisa bertindak sepihak sesuka hati soal harga pupuk yang sangat memberatkan masyarakat.
” Kalau hanya ada satu pengecer maka akan terjadi monopoli dan permainan harga sesuka hatinya Pengecer. Paling tidak ada pilihan-pilihan dan pembanding bagi masyarakat antara satu pengecer dengan pengecer lainnnya, baik soal harga maupun pelayanan yang diberikan kepada para petani.”
Ketiga ; Camat Ferdy dengan jujur menyampaikan apresiasi terhadap LMI NTT dan KPK SIGAP.
” Tentu apresiasi terhadap LMI-NTT dan KPK-SIGAP atas kerja luar biasa sehingga bisa menghadirkan dua pengecer yang baru di Kecamatan Pacar. Jujur , harus kita apresiasi ,” ungkapnya.
Lebih lanjut Camat Ferdy menyatakan : ” Pemerintah tidak tutup mata terhadap peran positif dari berbagai stakeholder termasuk LSM dan MEDIA yang sungguh bekerja dengan sungguh untuk membantu masyarakat, khususnya yang membantu program – program pemerintah.”
Mengakhiri pembicaraannya, Camat Pacar memberikan sejumlah saran bagi Pengecer Pupuk bersubsidi Kecamatan Pacar dan segenap Petani Penerima manfaat di seluruh wilayah kecamatan yang dipimpinnya saat ini
Bagi Pengecer ; Diharapkan agar mereka memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati kepada masyarakat. Pastikan ketersediaan pupuk bersubsidi selaku stabil dan terjaga dengan baik, sehingga petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk setiap kali memasuki musim tanam ( MT) tiga kaki setahun. Sejalan dengan ini, Camat Ferdy mengingatkan para pengecer soal harga agar mengikuti ketentuan dari pemerintah.
” Kembali ke soal harga harus sesuai dengan apa yang sudah jadi ketentuan dari pemerintah. Jika harus diantar hingga ke tempat terakhir di petani penerima pupuk, harga angkutan harus logis. Jangan patok harga sesuka hati pengecer ! .”
Bagi Petani ; Camat Ferdy menegaskan bahwa dengan hadirnya pengecer baru, tentunya harus memberikan semangat baru dalam usaha meningkatkan produktifitas pertanian.
” Hadirnya pengecer baru melahirkan semangat baru bagi mereka dari persoalan kelangkaan pupuk yang selalu menjadi keluhan mereka. Sehingga tidak ada lagi keluhan terkait kelangkaan ketersediaan pupuk seperti selama ini. Memasuki musim tanam jagung , mereka harus lebih bersemangat. Tidak ada alasan lagi mereka tidak dapat pupuk. Masyarakat harus kuat dan kita harus swasembada pangan sehingga tidak selalu bergantung pada bantuan-bantuan,” pungkasnya.
Hadirnya pengecer baru di Kecamatan Pacar adalah dampak positif dari perjuangan Ketua Kelompok Tani Waka Bangkit Dan Maju, Adrianus Jehamat bersama seluruh anggota kelompok tani di dari Puing , Desa Waka, dan desa-desa se-Kec.Pacar, bekerjasama dengan LMI NTT dan KPK SIGAP dalam rangka mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga bersahabat.
Sebelumnya, Pengecer Pupuk Toko Simpati telah dipecat oleh Distributor Pupuk Bersubsidi Kabupaten Manggarai Barat, CV. Harum Jaya milik Yohanes Suherman. Pemecatan ini erat kaitannya dengan pengakuan para petani penerima pupuk subsidi di Kecamatan Pacar tentang perlakuan oknum pengecer yang mematok harga secara sepihak hingga melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar antara Rp 320.000 hingga Rp 340.000/ pasang selama tiga tahun terakhir, dari harga subsidi hanya sebesar Rp 227.500/ Pasang pupuk subsidi jenis urea dan Ponska masing-masing berukuran 50 kg.
Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP.
Editor : Redaksi .




